Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat

Pernahkah teman-teman mendengar tempat wisata di Pasaman Barat, Air Terjun Batang Nango ? Destinasi wisata alam yang menampilkan pesona indahnya air terjun dengan bermacam tingkatan.

Sebagai traveler yang tinggal bertetangga dengan provinsi Sumatera Barat, tentunya tak merasa heran dengan banyaknya destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Apalagi jika berbicara tentang destinasi wisata yang menampilkan pesona wisata alam yang tak ada habisnya.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan datang ke provinsi ini melalui salah satu kabupatennya yang selama ini jarang saya kunjungi.  Kabupaten Pasaman Barat selain terkenal dengan Gunung Talamau-nya, ternyata juga memang memiliki banyak destinasi alam lainnya, dimana dari kebanyakan destinasi tersebut jauh tersembunyi di dalam hutan. Dan kali ini saya berdua bersama teman seper-jombloan, kembali mencoba menelusuri sebuah air terjun yang menjadi destinasi unggulan di kabupaten tersebut.

Dengan nama Air Terjun Batang Nango, tepat di Nagari Kajai Pasaman Barat sebuah air terjun atau yang lebih dikenal dengan sebutan sarasah terletak tersembunyi jauh dalam hutan dan menjadi pilihan kami. Destinasi ini juga lebih dikenal dengan sebutan Burai Burai Batang Nango atau sarasah Kajai.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat

Untuk menuju destinasi indah ini, saya harus menempuh perjalanan darat dengan menggunakan sepeda motor matic menuju Nagari Kajai yang lokasinya berjarak lebih kurang 10 KM dari ibukota Kabupaten Pasaman Barat, Simpang IV. Jika dari Kota Pekanbaru jaraknya menjadi hampir 8 jam, dan untuk bisa sampai ke lokasi ini tinggal menggunakan maps dari Google.

Walaupun menggunakan aplikasi peta tersebut, nyatanya saya tetap harus bertanya dengan warga setempat, sebab titiknya tidak tepat. Dan pada akhirnya mencari lokasi air terjun ini tidak susah di nagari Kajai. Di sisi jalan sebelah kanan setelah pasar nagari Kajai ada sebuah baliho yang menunjukan dimana destinasi ini berada. Tetapi yang pasti untuk bisa mencapai titik terakhir menuju tempat wisata di Pasaman Barat ini dengan melalui jalan tanah berbatu, berbagai macam turunan dan pendakian terjal yang melintasi perkebunan sawit warga setempat dengan jarak tempuh lebih kurang 4 KM. Meskipun terdengar tidak jauh tetapi nyatanya dengan jarak dan kondisi jalan seperti itu membuat perjalanan yang dilakukan menjadi lebih lama. Apalagi saya yang waktu itu menggunakan sepeda motor matic, yang memang tidak cocok dan tidak tepat untuk jalan di medan seperti itu.

Air terjun yang dikenal dengan nama Sarasah Kajai ini kerennya dikelola secara swadaya oleh warga lokal. Untuk bisa masuk dan menikmati destinasi menarik ini, kita diwajibkan untuk membayar 5000 Rupiah di Posko masuk. Biaya tersebut dimanfaatkan untuk pemeliharaan destinasi ini, termasuk kebersihan dan keamanan. Tetapi saat saya mengunjungi lokasi ini tak ada satupun warga ataupun penjaga yang standby di posko masuk.

Singkat cerita setelah melewati jalan yang katanya “4 KM” tersebut, akhirnya saya sampai di titik terakhir yang bisa dilalui motor. Setelah mencari dan meletakkan sepeda motor di tempat yang rasanya pas, saya lalu melanjutkan menelusuri destinasi ini dengan berjalan kaki. Perjalanan saya ditemani dengan nyanyian suara burung dan suara bahagia dari aliran sungai Batang Nango dan hutan lindung yang sangat asri di kaki gunung Talamau. Untuk sampai di air terjun yang pertama saya harus menyebrangi sungai batang Nango yang tidak begitu deras, namun tetap perlu hati – hati karena banyaknya batu sungai. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, saya sampai di air terjun yang pertama. Batang Nango tingkat pertama ini memiliki ketinggian lebih kurang 15 Meter. Di lokasi pertama ini juga terdapat posko, tetapi sama halnya dengan posko di awal tadi, tempat ini tidak ada penjaga.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat
Bersama teman penelusuran, Theo

Karena tidak ada penjaga memang perjalanan ini sedikit hampa. Tak ada penunjuk pasti dimana air terjun itu berada, saya dan teman hanya mengikuti alur aliran sungai. Terus menanjak, masuk hutan dan berdasarkan hanya rasa dan yakin untuk bisa menemukannya. Di lokasi ini banyak juga sejenis pondok – pondok yang memang mungkin sebelumnya digunakan untuk wisatawan yang beristirahat.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat
bersantai dan berswafoto sejenak

Terus mengikuti alur, hingga menyebrang sungai sampai akhirnya sayup-sayup air yang sedang jatuh dari ketinggian terdengar. Saya makin mempercepat langkah untuk segera menemukan spot yang kami inginkan itu. Luar biasa, tak jauh lagi saya melihat pemandangan dengan pesona indahnya. Alhamdulillah, akhirnya kami berjumpat dengan air terjun Batang Nango di tingkat dasar. Angin sepoi – sepoi pun menemani perjalanan kami menuju titik air deras tersebut.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat
View yang Indah

Dengan tetap berhati-hati akhirnya perjalanan kami menuju titik ini akhirnya terealisasi. Air terjun yang sangat deras tak henti-hentinya membuat saya terkagum-kagum. Tak perlu waktu lama buat kami untuk mengeluarkan senjata kami berswa foto. Memang kegiatan ini wajib pada tiap perjalanan selain mencoba langsung berenang dan mandi di sarasah Kajai ini.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat
Bergaya ala – ala

Saya sempat sudah menggunakan celana dalam saja, dan ingin langsung nyebur, tapi pada akhirnya saya tidak jadi mandi. Air dingin saat itu benar-benar menciutkan mental saya, ditambah dengan derasnya air yang turu. Selain itu, kami sampai benar-benar siang bolong, sehingga dengan adanya kami berdua membuat suasana di lokasi ini sedikit seram dan mencekam. Mau tak mau kami hanya berswa foto dan menikmati bermain air ala-ala film india.

Teringat jika destinasi alam indah ini memiliki tingkatan, kami pun berusaha mencari jalan untuk sampai ke tingkatan tersebut. Tetapi memang butuh sedikit perjuangan untuk bisa sampai, sebab medan jalan yang harus dilalui dengan menaiki lereng bukit yang lumayan terjal. Tetapi bukan itu yang membuat kami kesal, karena pada saat itu tak ada satu pun orang yang ada di kawasana tersebut yang bisa kami tanya. Sehingga membuat kami bingung dan tak tau harus melewati jalan mana untuk sampai tingkat ke dua. Rintangan ini pada akhirnya membuat kami gagal untuk bisa sampai pada tingkat kedua.

Memang dari informasi yang kami dapat dari google, untuk bisa sampai ke tingkat kedua dari tempat wisata di Pasaman Barat ini butuh guide lokal agar tidak tersesat. Belum lagi air terjun Batang Nango ternyata memiliki 3 buah sarasah yang berdampingan dimana juga dihiasi oleh dinding bebatuan yang hijau. Tentu ini menampilkan pesona dan keindahan yang kami bayangkan.

Terlepas dari itu semua, saya dan teman sangat puas bisa sampai di lokasi ini. Melalui medan jalan menantang, melewati perkebunan sawit warga hingga suasana sepi yang mencekam di siang bolong. Buat teman – teman yang ingin menelusuri pesona indahnya Sarasah Kajai ini perlu memperhatikan beberapa hal. Apabila kalian menggunakan kendaraan roda 4 mungkin hanya bisa sampai setengah dari 4 KM ke jarak lokasi. Sebab akses menggunakan kendaraan roda 4 tidak bisa, meskipun jika menggunakan mobil 4 WD atau offroad atau motor trail bisa lancar. Sedangkan saya sendiri sok OK dengan menggunakan sepeda motor matic yang juga menyulitkan diri sendiri.

Air Terjun Batang Nango, Pesona Tempat Wisata di Pasaman Barat
Tingkat 2, foto dari ondehmandeh.com

So bagaimana ? tertarik untuk mengunjungi tempat wisata di Pasaman Barat ini ? Pesona air terjun Batang Nango jangan sampai teman – teman lewatkan ketika jalan-jalan ke Kabupaten ini. Kalau ingin ke tempat lain di Sumatera Barat mungkin bisa baca juga artikel saya tentang penelusuran air terjun Langkuik Tinggi di Malalak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *