Air Terjun Batang Marambuang, Pesona Indah Air Terjun Malalak Agam

Berbicara destinasi wisata air terjun Malalak Agam Sumatera Barat, tak ada salahnya melihat air terjun Batang Marambuang. Sebuah destinasi alam dengan pesona indahnya yang masih asri dan menarik untuk dikunjungi.

Malalak sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berada di dalam wilayah kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Selain itu Kecamatan ini juga merupakan sebuah kecamatan termuda yang ada di kabupaten ini. Meskipun begitu wilayah kecamatan ini mempunyai segudang kapasitas sebagai destinasi wisata yang menarik.

Kapasitas destinasi wisata menarik juga ditandai dengan adanya potensi wisata alam air. Banyaknya air terjun yang melimpah di kecamatan ini kerap juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini. Ada banyak potensi dengan lebih kurang 17 destinasi wisata air dimana dari sebagian itu semua di kelola swadaya oleh masyarakat lokal. Salah satu yang menarik dan saya kunjungi adalah Air Terjun Batang Marambuang dengan pesona dan adanya pedang menancap ke bumi.

Mengunjungi Air Terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang.

Berangkat dari kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor bersama 2 orang teman dari Komunitas Kaskus Regional Riau Raya langsung menuju kampung saya yang notabene masih disatu kabupaten dengan Malalak, yaitu di Kecamatan Matur. Dari kampung saya sendiri untuk bisa sampai di Kecamatan Malalak berjarak 30 menit dengan memakai sepeda motor. Pada awalnya kami memang merencanakan untuk ke destinasi wisata Air Terjun Langkuik Tamiang di Malalak, tetapi setiba di lokasi ternyata sedang ditutup karena ada musibah banjir bandang yang memakan korban. Karena di luar rencana, kami pun menelusuru jalan sepanjang di daerah ini.

Setelah banyak melewati destinasi lokal, saya akhirnya melihat sebuah spanduk yang menunjukan sebuah tempat wisata alam dengan background gerojokan dan sebuah tugu pisau menancap serta bertuliskan Air Terjun Batang Marambuang. Kami pun langsung menelusuri dan menuju lokasi wisata tersebut.

Air Terjun Batang Marambuang, Pesona Indah Air Terjun Malalak Agam
Sebuah pedang menancap

Selang beberapa waktu kami mengikuti penunjuk jalan di lokasi tersebut, tibalah kami di pemberhentian terakhir yang merupakan rumah warga lokal terakhir dari sisi jalan. Karena tidak ada lagi jalur untuk kendaraan kami pun bertanya dengan ibu – ibu yang sedang berada di lokasi. Dari bertanya tersebut, ibu itu menganjurkan untuk meletakkan motor di kediamannya dan lanjut menelusuri dengan berjalan kaki.

Agar lebih mudah, ibu memanggil seorang anak remaja yang kebetulan juga ada di dekat rumah ibu, dimana remaja yang bernama Buyung itu menjadi penuntun jalan kami menuju tempat yang kami tuju.

Jalan kami dimulai dengan melewati indahnya hijau area persawahan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya tanjakan naik terus masuk ke dalam hutan. Untuk bisa sampai di destinasi yang kami inginkan membutuhkan waktu kurang 30 menit, dimana sebelum sampai di titik akhir kita bisa melihat sebuah air terjun kecilnya.

Waktu di jam tangan saya sudah menunjukan perjalan sekitar 20 menit, dan tak lama setelah itu saya mulai mendengar riuh suara khas destinasi air terjun. Dari kejauhan terlihat air terjun kecil yang sudah dibicarakan sebelumnya dengan debit air yang tidak terlalu banyak.

Kami pun terus melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang memang kami ingin tuju. Dengan semangat bertubi-tubi jalan dan menyebrangi sungai-sungai kecil serta mendaki tanjakan bebatuan finally !!!.

Tampak sebuah pedang atau bisa dikatakan sebuah pisau yang menancap di tanah. Di belakang pedang tersebut namapak air terjun Malalak yang kami ingin lihat dari tadi, Air Terjun Batang Marambuang. Penat seketika hilang, yang lalu membuat saya dan teman – teman menyiapkan kamera untuk berswafoto.

Ingin tau, saya pun bertanya dengan si Buyung tour guide kami, tentang keberadaan tugu pisau yang menancap ini. Kenapa dan siapakah yang mendirikannya. Dari pertanyaan tersebut, remaja itu mengatakan jika lokasi destinasi alam ini sering atau kerap dijadikan sebagai lokasi latihan para Kopassus. Karena seperti sudah sebagai rumah sendiri, tim Kopassus tersebut lalu membuat prasasti atau monumen pisau ini pada ekspedisi Bukit Barisan ditahun 2011 yang lalu. Sehingga memang tempat ini selalu dijaga dan digunakan ditiap-tiap acara latihan Koppasus.

Berbicara destinasi wisata air terjun Malalak Agam Sumatera Barat, tak ada salahnya melihat air terjun Batang Marambuang. Sebuah destinasi alam dengan pesona indahnya yang masih asri dan menarik untuk dikunjungi. Malalak sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berada di dalam wilayah kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Selain itu Kecamatan ini juga merupakan sebuah kecamatan termuda yang ada di kabupaten ini. Meskipun begitu wilayah kecamatan ini mempunyai segudang kapasitas sebagai destinasi wisata yang menarik. Kapasitas destinasi wisata menarik juga ditandai dengan adanya potensi wisata alam air. Banyaknya air terjun yang melimpah di kecamatan ini kerap juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini. Ada banyak potensi dengan lebih kurang 17 destinasi wisata air dimana dari sebagian itu semua di kelola swadaya oleh masyarakat lokal. Salah satu yang menarik dan saya kunjungi adalah Air Terjun Batang Marambuang dengan pesona dan adanya pedang menancap ke bumi. Mengunjungi Air Terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang. Berangkat dari kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor bersama 2 orang teman dari Komunitas Kaskus Regional Riau Raya langsung menuju kampung saya yang notabene masih disatu kabupaten dengan Malalak, yaitu di Kecamatan Matur. Dari kampung saya sendiri untuk bisa sampai di Kecamatan Malalak berjarak 30 menit dengan memakai sepeda motor. Pada awalnya kami memang merencanakan untuk ke destinasi wisata Air Terjun Langkuik Tamiang di Malalak, tetapi setiba di lokasi ternyata sedang ditutup karena ada musibah banjir bandang yang memakan korban. Karena di luar rencana, kami pun menelusuru jalan sepanjang di daerah ini. Setelah banyak melewati destinasi lokal, saya akhirnya melihat sebuah spanduk yang menunjukan sebuah tempat wisata alam dengan background gerojokan dan sebuah tugu pisau menancap serta bertuliskan Air Terjun Batang Marambuang. Kami pun langsung menelusuri dan menuju lokasi wisata tersebut. Sebuah pedang menancap Selang beberapa waktu kami mengikuti penunjuk jalan di lokasi tersebut, tibalah kami di pemberhentian terakhir yang merupakan rumah warga lokal terakhir dari sisi jalan. Karena tidak ada lagi jalur untuk kendaraan kami pun bertanya dengan ibu - ibu yang sedang berada di lokasi. Dari bertanya tersebut, ibu itu menganjurkan untuk meletakkan motor di kediamannya dan lanjut menelusuri dengan berjalan kaki. Agar lebih mudah, ibu memanggil seorang anak remaja yang kebetulan juga ada di dekat rumah ibu, dimana remaja yang bernama Buyung itu menjadi penuntun jalan kami menuju tempat yang kami tuju. Jalan kami dimulai dengan melewati indahnya hijau area persawahan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya tanjakan naik terus masuk ke dalam hutan. Untuk bisa sampai di destinasi yang kami inginkan membutuhkan waktu kurang 30 menit, dimana sebelum sampai di titik akhir kita bisa melihat sebuah air terjun kecilnya. Waktu di jam tangan saya sudah menunjukan perjalan sekitar 20 menit, dan tak lama setelah itu saya mulai mendengar riuh suara khas destinasi air terjun. Dari kejauhan terlihat air terjun kecil yang sudah dibicarakan sebelumnya dengan debit air yang tidak terlalu banyak. Kami pun terus melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang memang kami ingin tuju. Dengan semangat bertubi-tubi jalan dan menyebrangi sungai-sungai kecil serta mendaki tanjakan bebatuan finally !!!. Tampak sebuah pedang atau bisa dikatakan sebuah pisau yang menancap di tanah. Di belakang pedang tersebut namapak air terjun Malalak yang kami ingin lihat dari tadi, Air Terjun Batang Marambuang. Penat seketika hilang, yang lalu membuat saya dan teman - teman menyiapkan kamera untuk berswafoto. Ingin tau, saya pun bertanya dengan si Buyung tour guide kami, tentang keberadaan tugu pisau yang menancap ini. Kenapa dan siapakah yang mendirikannya. Dari pertanyaan tersebut, remaja itu mengatakan jika lokasi destinasi alam ini sering atau kerap dijadikan sebagai lokasi latihan para Kopassus. Karena seperti sudah sebagai rumah sendiri, tim Kopassus tersebut lalu membuat prasasti atau monumen pisau ini pada ekspedisi Bukit Barisan ditahun 2011 yang lalu. Sehingga memang tempat ini selalu dijaga dan digunakan ditiap-tiap acara latihan Koppasus. Puas bertanya, kegiatan selanjutnya adalah menikmati indahnya pesona air terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang ini. Dengan menggunakan kostum mandi yang sudah kami persiapkan sebelumnya, kami langsung mencoba menikmatinya. Dengan satu kaki yang baru masuk di aliran airnya, kami sedikit terkejut dengan dinginnya. Dengan tinggi sekitar 75 meter, kondisinya lumayan deras. Disekitar aliran juga banyak bebatuan, sehingga memang membuat saya dan teman-teman sedikit berhati-hati. Tentu saja di tengah dengan musimnya kabut asap di Sumatera, saya bisa menikmati dan merasakan alam di destinasi ini. Tak ingin cepat atau segera beranjak dari indahnya destinasi wisata ini. Air terjun Batang Marambuang yang kami nikmati ini nyatanya memang indah, bersih, asri dan memberi kenyaman sendiri dengan suara - suara burung dan lantunan nada jatuhnya air yang membuat pilihan kami kali ini tak mengecewakan. Walaupun kenyamanan kami sedikit terganggu dengan tak lama turun rintik hujan yang tentu saja membuat kami harus menyudahi mandi-mandi yang kami lakukan. Kami pun bergegas dan beranjak pulang dari pengalaman yang menarik ini. Oh iya sampai lupa, untuk menggunakan jasa tour guide bayarannya terserah dan seikhlasnya. Tak lupa dari beberapa permintaan warga untuk membantu menyebarkan destinasi wisata indah ini. Air Terjun Batang Marambuang, Alam elok yang indah mempesona yang menjadi bagian indahnya banyak air terjun Malalak.
Indah dan mempesona

Puas bertanya, kegiatan selanjutnya adalah menikmati indahnya pesona air terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang ini. Dengan menggunakan kostum mandi yang sudah kami persiapkan sebelumnya, kami langsung mencoba menikmatinya. Dengan satu kaki yang baru masuk di aliran airnya, kami sedikit terkejut dengan dinginnya. Dengan tinggi sekitar 75 meter, kondisinya lumayan deras. Disekitar aliran juga banyak bebatuan, sehingga memang membuat saya dan teman-teman sedikit berhati-hati.

Berbicara destinasi wisata air terjun Malalak Agam Sumatera Barat, tak ada salahnya melihat air terjun Batang Marambuang. Sebuah destinasi alam dengan pesona indahnya yang masih asri dan menarik untuk dikunjungi. Malalak sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berada di dalam wilayah kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Selain itu Kecamatan ini juga merupakan sebuah kecamatan termuda yang ada di kabupaten ini. Meskipun begitu wilayah kecamatan ini mempunyai segudang kapasitas sebagai destinasi wisata yang menarik. Kapasitas destinasi wisata menarik juga ditandai dengan adanya potensi wisata alam air. Banyaknya air terjun yang melimpah di kecamatan ini kerap juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini. Ada banyak potensi dengan lebih kurang 17 destinasi wisata air dimana dari sebagian itu semua di kelola swadaya oleh masyarakat lokal. Salah satu yang menarik dan saya kunjungi adalah Air Terjun Batang Marambuang dengan pesona dan adanya pedang menancap ke bumi. Mengunjungi Air Terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang. Berangkat dari kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor bersama 2 orang teman dari Komunitas Kaskus Regional Riau Raya langsung menuju kampung saya yang notabene masih disatu kabupaten dengan Malalak, yaitu di Kecamatan Matur. Dari kampung saya sendiri untuk bisa sampai di Kecamatan Malalak berjarak 30 menit dengan memakai sepeda motor. Pada awalnya kami memang merencanakan untuk ke destinasi wisata Air Terjun Langkuik Tamiang di Malalak, tetapi setiba di lokasi ternyata sedang ditutup karena ada musibah banjir bandang yang memakan korban. Karena di luar rencana, kami pun menelusuru jalan sepanjang di daerah ini. Setelah banyak melewati destinasi lokal, saya akhirnya melihat sebuah spanduk yang menunjukan sebuah tempat wisata alam dengan background gerojokan dan sebuah tugu pisau menancap serta bertuliskan Air Terjun Batang Marambuang. Kami pun langsung menelusuri dan menuju lokasi wisata tersebut. Sebuah pedang menancap Selang beberapa waktu kami mengikuti penunjuk jalan di lokasi tersebut, tibalah kami di pemberhentian terakhir yang merupakan rumah warga lokal terakhir dari sisi jalan. Karena tidak ada lagi jalur untuk kendaraan kami pun bertanya dengan ibu - ibu yang sedang berada di lokasi. Dari bertanya tersebut, ibu itu menganjurkan untuk meletakkan motor di kediamannya dan lanjut menelusuri dengan berjalan kaki. Agar lebih mudah, ibu memanggil seorang anak remaja yang kebetulan juga ada di dekat rumah ibu, dimana remaja yang bernama Buyung itu menjadi penuntun jalan kami menuju tempat yang kami tuju. Jalan kami dimulai dengan melewati indahnya hijau area persawahan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya tanjakan naik terus masuk ke dalam hutan. Untuk bisa sampai di destinasi yang kami inginkan membutuhkan waktu kurang 30 menit, dimana sebelum sampai di titik akhir kita bisa melihat sebuah air terjun kecilnya. Waktu di jam tangan saya sudah menunjukan perjalan sekitar 20 menit, dan tak lama setelah itu saya mulai mendengar riuh suara khas destinasi air terjun. Dari kejauhan terlihat air terjun kecil yang sudah dibicarakan sebelumnya dengan debit air yang tidak terlalu banyak. Kami pun terus melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang memang kami ingin tuju. Dengan semangat bertubi-tubi jalan dan menyebrangi sungai-sungai kecil serta mendaki tanjakan bebatuan finally !!!. Tampak sebuah pedang atau bisa dikatakan sebuah pisau yang menancap di tanah. Di belakang pedang tersebut namapak air terjun Malalak yang kami ingin lihat dari tadi, Air Terjun Batang Marambuang. Penat seketika hilang, yang lalu membuat saya dan teman - teman menyiapkan kamera untuk berswafoto. Ingin tau, saya pun bertanya dengan si Buyung tour guide kami, tentang keberadaan tugu pisau yang menancap ini. Kenapa dan siapakah yang mendirikannya. Dari pertanyaan tersebut, remaja itu mengatakan jika lokasi destinasi alam ini sering atau kerap dijadikan sebagai lokasi latihan para Kopassus. Karena seperti sudah sebagai rumah sendiri, tim Kopassus tersebut lalu membuat prasasti atau monumen pisau ini pada ekspedisi Bukit Barisan ditahun 2011 yang lalu. Sehingga memang tempat ini selalu dijaga dan digunakan ditiap-tiap acara latihan Koppasus. Puas bertanya, kegiatan selanjutnya adalah menikmati indahnya pesona air terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang ini. Dengan menggunakan kostum mandi yang sudah kami persiapkan sebelumnya, kami langsung mencoba menikmatinya. Dengan satu kaki yang baru masuk di aliran airnya, kami sedikit terkejut dengan dinginnya. Dengan tinggi sekitar 75 meter, kondisinya lumayan deras. Disekitar aliran juga banyak bebatuan, sehingga memang membuat saya dan teman-teman sedikit berhati-hati. Tentu saja di tengah dengan musimnya kabut asap di Sumatera, saya bisa menikmati dan merasakan alam di destinasi ini. Tak ingin cepat atau segera beranjak dari indahnya destinasi wisata ini. Air terjun Batang Marambuang yang kami nikmati ini nyatanya memang indah, bersih, asri dan memberi kenyaman sendiri dengan suara - suara burung dan lantunan nada jatuhnya air yang membuat pilihan kami kali ini tak mengecewakan. Walaupun kenyamanan kami sedikit terganggu dengan tak lama turun rintik hujan yang tentu saja membuat kami harus menyudahi mandi-mandi yang kami lakukan. Kami pun bergegas dan beranjak pulang dari pengalaman yang menarik ini. Oh iya sampai lupa, untuk menggunakan jasa tour guide bayarannya terserah dan seikhlasnya. Tak lupa dari beberapa permintaan warga untuk membantu menyebarkan destinasi wisata indah ini. Air Terjun Batang Marambuang, Alam elok yang indah mempesona yang menjadi bagian indahnya banyak air terjun Malalak.
Bro Amekx dan Anton

Tentu saja di tengah dengan musimnya kabut asap di Sumatera, saya bisa menikmati dan merasakan alam di destinasi ini. Tak ingin cepat atau segera beranjak dari indahnya destinasi wisata ini.

Air terjun Batang Marambuang yang kami nikmati ini nyatanya memang indah, bersih, asri dan memberi kenyaman sendiri dengan suara – suara burung dan lantunan nada jatuhnya air yang membuat pilihan kami kali ini tak mengecewakan. Walaupun kenyamanan kami sedikit terganggu dengan tak lama turun rintik hujan yang tentu saja membuat kami harus menyudahi mandi-mandi yang kami lakukan.

Berbicara destinasi wisata air terjun Malalak Agam Sumatera Barat, tak ada salahnya melihat air terjun Batang Marambuang. Sebuah destinasi alam dengan pesona indahnya yang masih asri dan menarik untuk dikunjungi. Malalak sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berada di dalam wilayah kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Selain itu Kecamatan ini juga merupakan sebuah kecamatan termuda yang ada di kabupaten ini. Meskipun begitu wilayah kecamatan ini mempunyai segudang kapasitas sebagai destinasi wisata yang menarik. Kapasitas destinasi wisata menarik juga ditandai dengan adanya potensi wisata alam air. Banyaknya air terjun yang melimpah di kecamatan ini kerap juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini. Ada banyak potensi dengan lebih kurang 17 destinasi wisata air dimana dari sebagian itu semua di kelola swadaya oleh masyarakat lokal. Salah satu yang menarik dan saya kunjungi adalah Air Terjun Batang Marambuang dengan pesona dan adanya pedang menancap ke bumi. Mengunjungi Air Terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang. Berangkat dari kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor bersama 2 orang teman dari Komunitas Kaskus Regional Riau Raya langsung menuju kampung saya yang notabene masih disatu kabupaten dengan Malalak, yaitu di Kecamatan Matur. Dari kampung saya sendiri untuk bisa sampai di Kecamatan Malalak berjarak 30 menit dengan memakai sepeda motor. Pada awalnya kami memang merencanakan untuk ke destinasi wisata Air Terjun Langkuik Tamiang di Malalak, tetapi setiba di lokasi ternyata sedang ditutup karena ada musibah banjir bandang yang memakan korban. Karena di luar rencana, kami pun menelusuru jalan sepanjang di daerah ini. Setelah banyak melewati destinasi lokal, saya akhirnya melihat sebuah spanduk yang menunjukan sebuah tempat wisata alam dengan background gerojokan dan sebuah tugu pisau menancap serta bertuliskan Air Terjun Batang Marambuang. Kami pun langsung menelusuri dan menuju lokasi wisata tersebut. Sebuah pedang menancap Selang beberapa waktu kami mengikuti penunjuk jalan di lokasi tersebut, tibalah kami di pemberhentian terakhir yang merupakan rumah warga lokal terakhir dari sisi jalan. Karena tidak ada lagi jalur untuk kendaraan kami pun bertanya dengan ibu - ibu yang sedang berada di lokasi. Dari bertanya tersebut, ibu itu menganjurkan untuk meletakkan motor di kediamannya dan lanjut menelusuri dengan berjalan kaki. Agar lebih mudah, ibu memanggil seorang anak remaja yang kebetulan juga ada di dekat rumah ibu, dimana remaja yang bernama Buyung itu menjadi penuntun jalan kami menuju tempat yang kami tuju. Jalan kami dimulai dengan melewati indahnya hijau area persawahan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya tanjakan naik terus masuk ke dalam hutan. Untuk bisa sampai di destinasi yang kami inginkan membutuhkan waktu kurang 30 menit, dimana sebelum sampai di titik akhir kita bisa melihat sebuah air terjun kecilnya. Waktu di jam tangan saya sudah menunjukan perjalan sekitar 20 menit, dan tak lama setelah itu saya mulai mendengar riuh suara khas destinasi air terjun. Dari kejauhan terlihat air terjun kecil yang sudah dibicarakan sebelumnya dengan debit air yang tidak terlalu banyak. Kami pun terus melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang memang kami ingin tuju. Dengan semangat bertubi-tubi jalan dan menyebrangi sungai-sungai kecil serta mendaki tanjakan bebatuan finally !!!. Tampak sebuah pedang atau bisa dikatakan sebuah pisau yang menancap di tanah. Di belakang pedang tersebut namapak air terjun Malalak yang kami ingin lihat dari tadi, Air Terjun Batang Marambuang. Penat seketika hilang, yang lalu membuat saya dan teman - teman menyiapkan kamera untuk berswafoto. Ingin tau, saya pun bertanya dengan si Buyung tour guide kami, tentang keberadaan tugu pisau yang menancap ini. Kenapa dan siapakah yang mendirikannya. Dari pertanyaan tersebut, remaja itu mengatakan jika lokasi destinasi alam ini sering atau kerap dijadikan sebagai lokasi latihan para Kopassus. Karena seperti sudah sebagai rumah sendiri, tim Kopassus tersebut lalu membuat prasasti atau monumen pisau ini pada ekspedisi Bukit Barisan ditahun 2011 yang lalu. Sehingga memang tempat ini selalu dijaga dan digunakan ditiap-tiap acara latihan Koppasus. Puas bertanya, kegiatan selanjutnya adalah menikmati indahnya pesona air terjun Malalak, Air Terjun Batang Marambuang ini. Dengan menggunakan kostum mandi yang sudah kami persiapkan sebelumnya, kami langsung mencoba menikmatinya. Dengan satu kaki yang baru masuk di aliran airnya, kami sedikit terkejut dengan dinginnya. Dengan tinggi sekitar 75 meter, kondisinya lumayan deras. Disekitar aliran juga banyak bebatuan, sehingga memang membuat saya dan teman-teman sedikit berhati-hati. Tentu saja di tengah dengan musimnya kabut asap di Sumatera, saya bisa menikmati dan merasakan alam di destinasi ini. Tak ingin cepat atau segera beranjak dari indahnya destinasi wisata ini. Air terjun Batang Marambuang yang kami nikmati ini nyatanya memang indah, bersih, asri dan memberi kenyaman sendiri dengan suara - suara burung dan lantunan nada jatuhnya air yang membuat pilihan kami kali ini tak mengecewakan. Walaupun kenyamanan kami sedikit terganggu dengan tak lama turun rintik hujan yang tentu saja membuat kami harus menyudahi mandi-mandi yang kami lakukan. Kami pun bergegas dan beranjak pulang dari pengalaman yang menarik ini. Oh iya sampai lupa, untuk menggunakan jasa tour guide bayarannya terserah dan seikhlasnya. Tak lupa dari beberapa permintaan warga untuk membantu menyebarkan destinasi wisata indah ini. Air Terjun Batang Marambuang, Alam elok yang indah mempesona yang menjadi bagian indahnya banyak air terjun Malalak.
Menikmati

Kami pun bergegas dan beranjak pulang dari pengalaman yang menarik ini. Oh iya sampai lupa, untuk menggunakan jasa tour guide bayarannya terserah dan seikhlasnya. Tak lupa dari beberapa permintaan warga untuk membantu menyebarkan destinasi wisata indah ini. Air Terjun Batang Marambuang, Alam elok yang indah mempesona yang menjadi bagian indahnya banyak air terjun Malalak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *