Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, Thailand

Tak pernah terbayangkan sebenarnya untuk bisa liburan ke Phuket, Thailand pada tahun ini. Tahun – tahun dimana mulai berani untuk mulai explore berbagai destinasi yang tak lagi di Sumatera atau Indonesia.

Tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016 bisa dikatakan menjadi momen yang tak terlupakan bagi saya dan teman-teman. Entah ide siapa pada awalnya dan didukung tiket promo, saya dengan beraninya mengambil tiket jurusan Phuket tersebut. Padahal untuk izin kantor saja belum jelas, apalagi bagaimana dan apa yang akan kami lakukan disana.

Pulau ini juga menjadi salah satu destinasi ramai dikunjungi di negeri gajah putih Thailand yang saat itu sedang viral berbagai kalangan, baik oleh para traveler mancanegara maupun traveler dari Indonesia. Phuket juga merupakah salah satu pulau terindah yang ada di Thailand, karena menawarkan keindahan yang sangat luar biasa juga memberikan destinasi pantai menarik yang wajib untuk dikunjungi.

Sayangnya liburan yang saya lakukan cukup singkat, tetapi tidak mengurangi keseruan dan momen liburan saat disana. Paling tidak liburan sedikit berbeda dari yang sebelumnya seperti saat mengunjungi air terjun Batang Nango.

Memulai liburan ke Phuket, Thailand

Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, ThailandUntuk mengunjungi destinasi ini, dari kota Pekanbaru harus melakukan transit di Kuala Lumpur (KL), karena memang dari kota bertuah tidak ada pesawat langsung menujut Phuket. Saya melakukan perjalanan mulai pada pagi hari sekitar pukul 11.00 WIB menuju Kuala Lumpur dalam waktu tempuh sekitar 1 jam. Sebelumnya, tentu saja saya dan teman sudah mempersiapkan tiket promo ke KL dan mengatur jadwal transit tujuan akhir, sehingga kami tidak perlu menunggu lama saat melakukan transit.

Singkat cerita perjalanan saya ke KL tak perlu menunggu lama, karena memang geografis kota Pekanbaru yang dekat dengan negara jiran cukup dekat. Perjalanan hanya membutuhkan waktu 1 jam saja hingga sampai lah kami di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Dibandingkan dengan pengalaman saya waktu pertama kali ke Kuala Lumpur via bandara LCCT, kini bandara KLIA 2 memang jauh banyak perubahan. Bandara yang sekarang jauh lebih besar dan luas serta yang pasti bikin capek karena harus berjalan kaki (padahal karena jarang olahraga). Lebih kurang sekitar pukul 2 waktu Malaysia kami sudah sampai dan menyempatkan kami untuk berkeliling dan isi perut. Karena waktu terbang ke Phuket tepat pkl. 17.00 sore.

Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, ThailandSampai pada akhirnya jam keberangkatan kami tiba dalam liburan ke Phuket. Dengan menggunakan maskapai AirAsia kami terbang menuju destinasi yang kami inginkan. Waktu untuk bisa sampai di Phuket sekitar 1 jam, jadi tetap tak bisa tidur di dalam pesawat. Perjalanan cukup aman dan nyaman meski memang ada delay sedikit saat akan berangkat. Satu jam berlalu akhirnya dari jendela saya di dekat saya duduk terlihat Phuket International Airport yang merupakan bandara kebanggaan masyarakat Phuket. Memang jika dibandingkan dengan KLIA 2 bandara ini tidak terlalu besar, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bandara ini cukup sibuk dengan lalu lalang orang-orang.

Dengan mengikuti anak panah dan informasi di bandara saya langsung menuju imigrasi yang ternyata lewat dengan mudah tanpa ada halangan berarti (alhamdulillah). Masih menuju ke lokasi luar bandara saya sempat mengambil sim card True Move yang gratis yang ada di salah satu etalasi kecil di bandara. Namun untuk bisa menggunakan koneksi internet, ya kita tetap harus mengisi saldonya. Jika kita isi di bandara harganya sedikit lebih mahal, jadi saya urungkan membeli dan hanya teman saya saja yang beli (saya numpang hotspot gratis). Jika ingin lebih murah bisa membeli saldo/ pulsa melalui supermarket semisal SevenEleven.

Menuju Patong

Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, Thailand
Mini bus dari Mas Noni

Oh iya, sebelum berangkat ke Phuket saat mencari informasi mengenai keadaan, lokasi dan destinasi selama disana. Dari pencarian itu saya mendapatkan informasi penting etntang adanya orang Indonesia yang menjadi travel agent di kawasan Phuket. Beliau bernama Mas Warsono atau lebih sering di kenal mas Noni melalui Line (noniphuket). Dari komunikasi tersebut, alhamdulillah sudah deal jasa mas Noni untuk transfer saya dari bandara menuju penginapan saya yang berada di daerah pantai Putong.

Jasa yang saya dapat adalah transfer dengan menggunakan mobil mini van atau mini bus lebih tepatnya dengan biaya 750 bath. Jarak tempuhnya sekitar 1-1.5 jam, dan cukup lumayan waktunya untuk bisa sampai di tempat kami menginap. Oh iya memilih jasa mas Noni bukan tanpa alasan, sudah banyak warga tanah air yang menggunakan jasa mas ini dengan sejumlah review positif termasuk dari Kaskus sebagai media baca saya. Sebenarnya ada juga jasa travel agent lainnya tapi kebanyakan orang Thailand yang tentu saja demi kelancaran bahasa saya lebih memilih mas Noni.

Sempat bingung mencari hotel tempat kami menginap karena tersembunyi, pada akhirnya setelah melalui waktu 1.5 jam dari bandara Phuket akhirnya kami sampai. Malam ini kami menginap di Budget Room Hotel Patong. Saya sengaja memilih penginapan ini karena dekat dengan pusat keramaian Bangla Road sehingga bisa melala. Penginapan ini cukup murah, per malamnya 200 ribuan Rupiah untuk kamar deluxe. Resepsionisnya juga bisa menggunakan bahasa inggris sehingga tentu juga memudahkan saya dan teman-teman. Kamarnya lumayan besar, walaupun masih gunain televisi tabung, AC yang dingin dan ada air panas di kamar mandi.

Menikmati malam di Bangla Road

Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, ThailandKarena masih semangat, saya bersama teman langsung berinisiatif untuk explore Bangla Road malam itu. FYI tempat ini berlokasi di tengah-tengah kawasan Patong Beach, kalau dilihat hampir mirip dengan kawasan Legian di Bali Indonesia. Sepanjang jalan ini ditutup untuk kendaraan, jadi layaknya Car Free Day di kota saya. Ada berbagai macam hiburan tersaji di lokasi ini, ada berbagai macam atraksi, tapi memang lebih banyak menawarkan hiburan malam. Cafe-cafe atau restoran yang menawarkan berbagai makanan dengan dibumbui pula hal-hal berbau malam. Kalau bawa anak kecil atau saudara berjilbab mending jangan deh.

Apalagi yang menarik ? pastinya ada donk, di sini kita bisa melihat ladyboy yang selama ini cuma bisa saya lihat di depan monitor komputer kantor. Dan ladyboy nya cantik sodara-sodara, hampir saja kami tertipu dengan wujud dan bentuknya. Tapi dari kencantikannya itu bisa berbahaya, sebab setiap orang yang foto dengan ladyboy tersebut harus merogoh koceknya. Hal ini juga saya dapati ketika melihat langsung seorang turis asal Korea yang terjebak bersama ladyboy. Ahhhh sereeeem bayarnya. Sungguh malam yang sangat ramai di Bangla Road.

Bagian 1 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, Thailand
Ladyboy sekitar bangla road

Kami lanjutkan penjelajahan kami menuju pantai Patong. Banyak yang bilang pada malam hari pantai ini juga ramai, dan akhirnya saya juga bisa melihat langsung. Banyak wisatawan sambil beristirahat, ngobrol ngalor ngidul, bahkan ada yang tiduran di tepi pantai. Ada yang menggunakan alas ada pula yang hanya beralaskan pasir saja. Saya juga mencoba hal yang sama, duduk sambil minum mendegar alunan merdu suara gelombang air laut yang menyapu pasir pantai. Tak sangka jika saya sudah berhasil berjalan cukup jauh dari rumah dan menikmati hal baru di daerah baru.

Bagaimana cerita dengan liburan selanjutnya ? yuk baca Bagian 2 : Momen Singkat Liburan Ke Phuket, Thailand.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *