Melanjutkan cerita perjalanan “3 Negara” saya sebelumnya. Setelah puas main air bersama Manta Ray di Labuan Bajo, saya lalu melanjutkan penerbangan ke destinasi berikutnya: Singapura.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya ke Negeri Singa. Saya sudah beberapa kali ke sini. Jadi, tujuan saya kali ini bukan untuk “kejar setoran” mengunjungi semua tempat wisata mainstream. Saya cuma rindu suasananya, ingin jalan santai, dan melihat sisi kota yang lebih aesthetic meski kita sama-sama tau jika agak sedikit mahal.
Tapi, perjalanan ini diawali dengan sedikit senam jantung.
Drama “Last Train” di Changi Terminal 4
Pesawat Jetstar yang membawa saya dari Labuan Bajo mengalami delay. Alhasil, saya baru mendarat di Changi sekitar pukul 11 malam waktu setempat.
Masalahnya, pesawat ini mendarat di Terminal 4. Buat yang belum tahu, Terminal 4 itu terpisah dari terminal utama dan tidak dilewati MRT. Kita harus naik bus shuttle dulu ke Terminal 2 untuk bisa naik MRT.
Jujur, saya sempat panik. “Kejar nggak ya MRT terakhir?” Bayangan harus keluar uang mahal buat naik Grab sudah menghantui. Tapi Alhamdulillah, dengan sedikit lari-lari kecil (anggap saja olahraga malam), saya berhasil mengejar kereta terakhir menuju kota. Onde mande!
Review Akomodasi: 7 Wonders Hostel Boat Quay

Untuk penginapan kali ini, saya memilih 7 Wonders Hostel di area Boat Quay.
- Harga: Rp 350.000 per malam (Dormitory).
- Kenapa Mahal? Biasanya harga hostel ini bisa lebih murah. Tapi apesnya, tanggal kedatangan saya berbarengan dengan serbuan fans konser! Ada BABYMONSTER, NCT WISH, dan rumornya Lady Gaga juga sedang ada event. Jadi hukum supply and demand berlaku, harga hotel se-Singapura meroket. Saya udah coba cari diberbagai OTA tapi tak juga menemukan harga yang jauh lebih murah.
- Review Jujur: Terlepas dari harganya yang lagi naik, hostel ini recommended. Pemiliknya Muslim, jadi suasananya ramah. Yang paling penting, tersedia tempat sholat yang layak. Lokasinya di Boat Quay juga strategis, dekat banget kalau mau cari makan atau jalan kaki ke pusat kota.
Itinerary Singapura 2 Hari: Berburu Spot “Instagrammable”
Karena temanya “Santai & Aesthetic“, saya melewatkan Sentosa atau Universal Studios karena memang sudah pernah sebelumnya seperti artikel saya tentang tempat instagramable di Singapura. Namun, ada satu penyesalan terbesar saya di trip kali ini.
Curhat Dikit: Jujur, saya agak kesal sama diri sendiri. Saking semangatnya bikin konten video buat TikTok (maklum, lagi pengen aktif ngonten video), saya malah lupa memperbanyak stok foto! Pas sampai rumah dan cek galeri, isinya video vertikal semua. Foto landscape yang proper buat blog malah minim banget. Ya Allah rasanya ingin toyor kepala sendiri. Jadi pelajaran berharga banget: se-asik apapun bikin video, jepret foto itu tetap wajib hukumnya!
Tapi untungnya, memori visual saya masih kuat merekam keindahan tempat-tempat ini:
1. Wisata Arsitektur Masa Depan




Singapura itu surga buat pecinta garis dan beton.
- Marina One Residences: Gedung ini gila banget desainnya. Seperti hutan di tengah beton. Garis-garis lengkungnya sangat fotogenik buat yang hobi fotografi arsitektur.
- Sky Garden @ CapitaSpring: Ini spot favorit baru saya. Kita bisa naik ke atas secara gratis dan melihat pemandangan Marina Bay dari ketinggian. Ingat ya, harus cek jam bukanya (biasanya hari kerja) biar nggak kecele.
- Discover Tanjong Pagar Community Green: Taman terbuka di tengah gedung pencakar langit. Asik buat duduk santai sambil melihat kontrasnya rumput hijau dan gedung tinggi.
2. Sisi Lain Singapura (Non-Mainstream)

- Singapore Science Park 1 (Geneo): Jarang ada turis ke sini. Tangga-tangga di gedung Geneo ini punya desain yang sangat futuristik. Sepi dan bebas buat ngonten.
- Keong Saik Road: Kalau bosan sama gedung modern, lari ke sini. Deretan ruko peranakan warna-warni pastel bikin suasana jadi vintage banget.
- MRT Bukit Gombak Station: Mungkin terdengar aneh, “Ngapain ke stasiun MRT?”. Tapi buat visual hunter, stasiun ini punya view unik yang menghadap bukit hijau. Vibes-nya seperti film-film Jepang atau Wes Anderson!
3. Menikmati Alam Kota
- Jurong Lake Gardens: Di Itinerary Singapura 2 Hari ini ada yang sedikit berbeda. Dstinasi ini jauh dari pusat kota, tapi worth it. Tamannya luas, ada ilalang-ilalang cantik, dan suasananya tenang banget. Cocok buat healing.
- Marina Barrage (Sunset): Sore harinya saya menutup perjalanan dengan duduk di atap Marina Barrage. Melihat matahari terbenam dengan latar belakang Gardens by the Bay dan Singapore Flyer itu nggak pernah gagal. Bonus nonton pertunjukan lampu Garden Rhapsody di Supertree Grove sebelum pulang.
Oh iya liburan di Singapura ini bisa di hitung 3 hari 2 malam lah sebenarnya. hari pertama sampai malam, hari ke 2 jalan-jalan, hari ke 3 masih jalan-jalan dan sorenya nyebrang ke Johor Bahru.
Cara Nyebrang ke Johor Bahru (JB) via Kranji
Setelah beberapa hari yang singkat tapi padat, saatnya melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Saya memilih jalur darat menuju Johor Bahru.
Banyak yang bilang perbatasan Singapura-Malaysia itu “neraka” antrean. Tapi Alhamdulillah, pengalaman saya mulus banget makanya pas untuk Itinerary Singapura 2 Hari.
Rutenya Begini:
- Naik MRT Jalur Merah (North-South Line) turun di Kranji Station.
- Keluar stasiun, langsung antre bus (Bus 170 atau Causeway Link) menuju Woodlands Checkpoint.
- Proses Imigrasi Singapura & Malaysia lancar jaya. Mungkin karena saya berangkat bukan di jam sibuk orang pulang kerja (hindari jam 5 sore atau jam pulang kerja).
- Sampai di JB Sentral, hal pertama yang dilakukan: Makan! Kuliner JB itu enak dan murah meriah dibanding Singapura.
Setelah kenyang, saya lanjut naik bus dari JB Sentral menuju Bandara Senai (Senai International Airport).
Penerbangan JB ke Kuala Lumpur
Dari Senai, saya terbang ke Kuala Lumpur. Kenapa nggak naik bus ke KL seperti saat saya menyebrang dari Singapore to Kuala Lumpur? Karena saya dapat tiket pesawat murah meriah!
- Maskapai: AirAsia
- Rute: Johor Bahru (JHB) – Kuala Lumpur (KUL)
- Harga: Rp 176.000 Iya, kamu nggak salah baca. Lebih murah daripada tiket bus eksekutif, dan hemat waktu banget cuma 50 menitan terbang.
Sesampainya di Kuala Lumpur, saya lanjut liburan selama 4 hari lagi (karena berbarangan adek sepupu yang ke Kuala Lumpur dari Pekanbaru) sebelum pulang ke Pekanbaru. (Tapi itu cerita untuk artikel selanjutnya, ya!). Mudah-mudahan Itinerary Singapura 2 Hari singkat ini berguna kwkwkw.
