Bagian 2 : Pengalaman Backpacker Ke Singapura dari Pekanbaru

Yes, tiba akhirnya untuk cerita selanjutnya. Biar tidak bingung silakan baca Bagian 1 : Pengalaman backpacker ke Singapura yah. Oh iya cerita perjalanan ini agak telat saya buat karena ada banyaknya pekerjaan saya saat ini. Perjalanan saya lancar dan aman kemudian berakhir di Pelabuhan Internasional HarbourFront Singapore. Pelabuhan ini merupakan sebuah pelabuhan Ferry Internasional milik Singapura dan terintgrasi dengan Mal atau pusat perbelanjaan terbesar VivoCity.

Saat tiba jangan lupa mengisi kartu kedatangan imigrasi Singapura sebagai pelengkap kamu ada di negara ini. Untuk proses melewati imigrasi lancar tanpa ada hambatan, walau tidak demikian dengan teman saya. Yap.. teman saya harus melewati pos imigrasi dengan susah payah dan harus masuk ke ruangan kantor imigrasi.

Saya sempat kebingungan menunggu teman saya tersebut hingga hampir setengah jam. Dari informasi teman saya adalah karena nama dia ada Abdul, serta kenapa dan apa tujuan dia ke negara Singa ini. Walaupun sulit menjelaskan dengan menggunakan bahasa inggris, teman saya tersebut tetap lolos dan bisa melanjutkan liburan kami. Ingat mengisi kartu kedatangan imigrasi Singapura itu penting ya, dan sesuaikan dengan informasi pribadi kamu.

Pengalaman Backpacker ke Singapura dengan MRT

backpacker ke singapura
Mencoba MRT yang kedua kali

Berjalan di sekitar pelabuhan dan mal terbesar Vivo City ini memang membuat saya dan teman terkagum-kagum. Bagaimana tidak, mulai dari interior dan fasilitas dimiliki layaknya Changi Airport yang terkenal. Memang bisa dikatakan jika negara ini serius dalam segala sesuatunya, termasuk dengan transportasi yang ada.

Karena masih pagi, kami berinisatif untuk jalan-jalan dibeberapa lokasi wisata terlebih dahulu, apalagi belum bisa check-in hostel.

Untuk bisa jalan-jalan, transportasi yang saya gunakan tentu saja Mass Rapid Transit (MRT). Transportasi berbentu kereta ini biasanya banyak digunakan di kota-kota metropolitan dengan penduduk padat. MRT bisa membawa penumpang dengan jumlah banyak hanya dalam waktu singkat, lebih kurang 2 hingga 3 menit pada tiap stasiunnya. Selain itu tiap stasiunnya berjarak dekat atau bisa dikatakan memiliki pemberhentian pendek dan tentu mampu mengantarkan kita lebih cepat.

Untuk bisa menggunakan transportasi dan menemukannya juga tidak susah, sebab hampir setiap jalan yang kami lewati memiliki papan informasi penunjuk arah lokasi stasiun. Karena saya sebelumnya sudah menari informasi terkait penggunaan transportasi tentunya hal ini tidak membuat saya pusing. Saya sebelumnya juga sudah mengunduh peta MRT dalam bentuk PDF dalam smartphone yang saya miliki.

Agar bisa keliling kemana-mana saya memilih menggunakan Kartu EZ Link sebagai tiket perjalan seharga SGD 15 dengan isi SGD 10. Dengar menggunakan kartu EZ-Link lebih memudahkan kita, hanya perlu topup saja ke depannya. Kita pun bisa memilih mau naik MRT atapun Bus yang ada di Singapura.

Jalan-jalan Hari pertama

Karena kedatangan saya masih sekitar jam 8 pagi waktunya Singapura maka kami urungkan niat ke hostel, agar waktu lebih berfaedah dan efisien. Berdua kami langsung mengunjungi beberapa destinasi menarik yang ada di kota ini. Beberapa destinasi tersebut adalah :

Merlion Park

backpacker ke singapura
Bermain di Merlion

Tujuan pertama saya tak lain dan tak bukan adalah Merlion Park, Esplanade dan beberapa destinasi di sekitarnya. Apalagi destinasi ini merupakan tempat-tempat yang wajib di kunjungi para traveller manapub.

backpacker ke singapura
Di seberang Marina Bay Sands

Di sekitar destinasi ini kita bisa melihat dan berfoto bersama di patung Merlion yang sudah menjadi ikon negara Singapura. Ada pula Esplanade yang merupakan sebuah gedung seni pertunjukan yang bisa dilakukan oleh musisi dunia, tetapi yang menarik gedungnya yang mirip dengan durian atau mata lalat. Ada pula Singapore River yang merupakan kawasan hiburan malam dan pusat berkumpulnya wisatawan dimana ada pula berbagai macam cafe, resto dan lainnya. Cavenagh Bridge yang penuh sejarah plus gedung dengan arsitekur menawan Marina Bay Sands.

Di singapura untuk menuju destinasi menarik cukup enak, sebab biasanya sangat berdekatan. Paling pentingnya kamu harus kuat jalan kaki untuk berkeliling.

Jika teman-teman ingin berkunjung ke destinasi ini dengan menggunakan MRT bisa turun di stasiun Raffles Place (EW14/NS26) atau City Hall.

Haji Lane dan Kampong Glam

backpacker ke singapura
Makan siang

Perut lapar pun akhirnya tiba, maka oleh karena itu kita wajib mencari tempat makan yang halal. Walaupun mencari tempat makan halal tak susah, tetapi kami ingin makan di kawasan Haji Lane. Kawasan ini merupakan sebuah destinasi yang memiliki lorong unik dengan banyak gerai atau toko – toko kecil/ butik perancang lokal dari negara Singapura. Menariknya diantara toko-toko yang berada pada lorong tersebut memiliki tampilang yang unik penuh seni. Pada dinding toko mereka dibuat desain-desain menarik penuh seni hingga membuat lokasi ini menjadi tempat yang tepat untuk berfoto nan instagramable. Untuk penggemar foto tentunya kawasan ini tak mungkin dilewatkan, sebuah tempat menarik dengan background gambar seni yang luar biasa.

backpacker ke singapura
Banyak dinding menarik buat foto

Selain itu kawasan ini juga akrab dikenal sebagai destinasi wisata arab/ kampung arab yang juga terkenal dengan tempat makan halalnya. Salah satu tempat makan halal yang terkenal itu adalah Kampong Glam. Rumah makan ini menawarkan berbagai makanan melayu bahkan ada pula yang berbau ranah minang. Paling tidak makanan ini sama seperti di rumah di kampung sendiri.

Jika teman-teman ingin berkunjung ke destinasi ini dengan menggunakan MRT bisa turun di stasiun Bugis.

Coziee Lodge Hostel

backpacker ke singapura
Hostel nyaman pilihan kami

Karena waktu check-in sudah dekat, maka kamipun melanjutkan perjalanan menuju Coziee Lodge hostel yang berada di kawasan Geylang. Letak penginapan sendiri tak jauh dari stasiun MRT Kalang.

Untuk check-in kita diwajibkan menujukkan kode booking online dan membayar deposit selama menginap. Pilihan kami menginap saat itu adalah kamar Shared Dormitory dan campur yang berisi 8 orang. Hostelnya bersih dengan respsionis yang baik dan membantu, sedangkan fasilitasnya sesuai dengan yang tertera pada OTA saat itu, teramsuk free Wifi dan ada beberapa komputer yang bisa digunakan untuk online. Yang pelaing penting WCnya ada air semprot, bukan hanya tisu aja.

Sedangkan kamar mandi berada di luar kamar dan ada banyak. Di dalam kamar saya mengambil tempat tidur yang di bawah sedangkan teman yang di atas. Sebab kalau saya yang di atas bisa-bisa….

Marina Bay Sands

backpacker ke singapura
Kapal besar

Karena pada pagi hari tadi agak sempat terkejar-kejar, maka sorenya kami kembali ke Marina Bay Sands (MBS). Gedung dengan arsitektur indah ini merupakan salah satu gedung tertinggi yang ada di negara Singa. Dengan total lantai sebanyak 57 lantai yang terbagi dengan mal ataupun pusat perbelanjaan, resto atau kafe, kasino, museum, hotel, convention hall, theater hingga night club mahal. Pada puncaknya ada Sky Park yang jika dilihat dari bawa sepintas mirip kapal pesiar besar melayang.

Karena kami backpacker ke Singapura dengan biaya hemat tentunya kami tidak sampai di atas. Paling penting dokumentasikan saja, foto-foto dah puas.

Pada malam harinya ada pertunjukan laser air gratis yang terbagi pada jam-jam tertentu. Lagi-lagi ini pengalaman saya yang pertama melihat sebuah atraksi laser Wonder Full di kawasan marina ini. Kita tidak dikenakan biaya untuk menonton atraksi ini, sedangkan untuk jadwal waktu atau jam pertunjukan laser adalah mulai hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis berkisar pukul 20.00 dan 21.30 (dua kali pertunjukan) serta Jumat dan Sabtu pukul 20.00, 21.30, juga 23.00 (tiga kali pertunjukan).

Jika teman-teman ingin berkunjung ke destinasi ini dengan menggunakan MRT bisa turun di stasiun Bayfront (Circle Line) lalu kemudian berjalan kaki sekitar 10 menit. Bisa juga melalui stasiun Promenade (Circle Line) kemudian berjalan kaki sekitar 15 menit. Pilihan lain bisa turun di stasiun Marina Bay (North South Line) lalu jalan kaki lebih kurang 15 menit.

Pilihan lain bisa menggunakan bus lokal yang memiliki nomor 97, 97E, 133, 133M, 502, 518 (bus SBS) dan 106 (bus SMRT) dan turun di Halte bus Bayfront Avenue.

Helix Bridge

backpacker ke singapura
Sayang kamera ga mumpuni

Sesuai namanya tentu saja ini adalah sebuah jembatan. Helix Bridge merupakan sebuah jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara MBS dan Marina Center Singapura. Arsitekturnya menarik dengan bentuk jembatan yang melengkung. Karena bentuknya yang menarik plus jika malam dipenuhi dengan lampu membuat jembatan ini menjadi salah satu ikon destinasi negara Little Red Dot ini. Sayangnya saat saya berfoto di lokasi ini smartphone saya tidak mendukung mode malam, sehingga gambarnya blur.

Iman Banana Leaf

Puas bersantai dan mengunjungi beberapa santai, hingga waktu sudah menunjukkan lebih malam dan saat itu baru sadar belum makan malam. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hostel dan mencari tempat makan di sekitar kawasan itu saja. Tak jauh dari hostel alhamdulillah kami berhasil menemukan tempat makan yang halal. Dengan nama Iman Banana Leaf menawarkan makanan khas India Selatan. Ada berbagai macam makanan yang dihidangkan secara prasmanan dan bisa kita ambil sendiri. Ada juga pilihan nasi Briyani, Mutton, Murtabak dan berabgai makanan lain. Disisi harga makanan juga tak terlalu mahal dan masih wajar buat makan. Dengan ukuran potongan ayam yang lebih besar dari tanah air, harga yang dipatok berkisar antara SGD 5 – SGD 7 untuk makan plus Teh O Ice.

Jalan-jalan Hari Kedua

Setelah beristirahat cukup, pagi-pagi kami memulai perjalanan kembali. Tapi sebelumnya kami sempatkan sarapan Pop Mie yang sudah kami bawa dari Batam. Lalu kembali melanjutkan mengunjungi beberapa destinasi :

Singapore Botanical Garden

backpacker ke singapura
Salah satu spot di Singapore Botanical Garden

Kunjungan kami selanjutnya adalah mengunjungi alamnya Singapura. Melalui sebuah taman atau kebun terbesar, Singapore Botanical Garden. Destinasi ini bisa dikatakan kebun rayanya milik negara Singa dengan bermacam koleksi tanamanan. Tak hanya taman, destinasi ini juga menawarkan berbagai kebutuhan untuk piknik halaman rumput luas plus danau kecilnya.

Tempat wisata ini merupakan pilihan yang tepat untuk bersantai untuk menghindari gemerlap wisata modern Singapura. Tempat ini juga sangat pas jika teman-teman datang membawa keluarga ataupun anak-anak. Bisa saling belajar tentang jenis tumbuhan atau satwa yang ada di dalamnya atau mungkin mengenal kebun anggrek yang di miliki negara ini. Sekitar 60.000 jenis anggrek bisa teman-teman lihat melalui kebun ini. Dan pastikan kamu sudah menyiapkan tenaga ekstra untuk berkeliling di taman luas ini.

Untuk menuju Singapore Botanical Garden dengan naik MRT menujut stasiun Botanic Garden (CC19).

Bugis Street

Jika ingin membeli pernak-pernik oleh-oleh, Bugis bisa menjadi pilihan yang tepat. Daerah ini merupakan lokasi surga belanja bagi para traveler yang punya budget hemat. Lebih kurang ada sekitar 800 toko retail yang berada di daerah ini yang menjajakan berbagai macam dagangan. Ada pula gerai-gerai kuliner menarik hadir di daerah ini.

Untuk bisa sampai menuju daerah ini menggunakan MRT lalu turun di stasiun Bugis.

Orchard Road dan Lucky Plaza

Mengunjungi destinasi pilihan tepat jika kamu datang ke sana dengan dompet tebal. Yap.. benar sekali, Orchard Road merupakan salah satu kawasan yang menawarkan surga belanja buat kaum hawa. Berbagai macam pakaian, tas, sepatu branded ada di beberapa mal dan pusat perbelanjaan terkenal di Orchard Road.

Kalau untuk saya yang datang dengan modal backpacker, rasanya tak akan kuat berbelanja di kawasan ini. Namun tentu saja, tujuan destinasi dalam liburan ke Singapura di kawasan ini adalah Lucky Plaza. Tempat ini merupakan sebuah mal atau plaza yang berisi berbagai macam barang dimana kebalikan dari kawasan sebelumnya. Ada berbagai macam produk murah, termasuk produk untuk oleh-oleh. Jika kamu ingin membeli cokelat, kaos dan pilihan oleh-oleh lain banyak dijual di tempat ini. Harga yang ditawarkan juga murah, bahkan para penjual yang menawarkan dagangannya fasih bahasa melayu atau Indonesia. Jadi jangan heran jika banyak melihat orang-orang Indonesia lalu lalang di sekitar jalan ini.

Untuk menuju destinasi ini bisa berjalan kaki dari Bugis Street atau dengan menggunakan MRT dan turun di stasiun Orchard.

China Town

Pilihan oleh-oleh lain mungkin berada di China Town. Dan saya juga baru tau jika harga oleh – oleh atau souvenir di daerah ini lebih bersahabat jika dibandingkan dengan Bugis Street ataupun Orchad Road.

Ada berbagai macam pilihan gerai atau kedai souvenir yang bertebaran. Sangking banyaknya membuat saya bingung dan stress. Walaupun namanya China Town tetapi di kawasan ini dihuni oleh banyak kultur. Ada kuil India, ada pula masjid milik muslim india, ada juga masjid milik muslim Malaysia, plus ada pula gereja.

Gardens By The Bay

Hari semakin malam, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Gardens By The Bay. Lokasi ini merupakan taman raksasa yang menjadi destinasi favorit bagi para traveler. Supertree Grove (pohon pohon baja yang besar) selalu menjadi background menarik buat berfoto. Ada berbagai macam tanaman langka di lokasi ini dan berada pada sebuah dome atau rumah kaca raksasa yang memiliki arsitektur cantik.

Oh iya, Supertree Grove konon katanya merupakan pohon solar yang di rancang untuk bisa mengumpulkan air hujan juga sebagai energi solar dari matahari yang lalu digunakan sebagai konservasi lingkungan. Destinasi menarik lainnya adalah OCBC Skyway di mana merupakan sebuah jembatan gantung dengan panjang 128 meter yang membentang diantara Supertree Grove.

Untuk bisa sampai ke destinasi ini menggunakan MRT bisa melalui MRT Jalur Kuning, kemudian turun di stasiun Bayfront (CE1) dan keluar melalui pintu Exit B, dimana nantinya kita akan keluar di area Dragonfly & Kingfisher Lake. Bisa juga melalui MRT Jalur Merah, kemudian turun di stasiun Marina Bay (NS27), dan keluar melalui pintu Exit A dan lalu lanjutkan dengan menaiki bus No. 400 (4 pemberhentian),dan lalu turun di Marina Gardens Drive.

Jalan-jalan Hari Ketiga

Hari ketiga ini merupakan hari terakhir kami di Singapura. Sebab malamnya kami akan kembali menyebrang ke Batam. Setelah beristirahat cukup, pagi-pagi kami memulai perjalanan kembali ke beberapa destinasi :

Mustafa Centre

Pagi ini saya pergi sendiri untuk beli oleh-oleh ke Mustafa Centre, sedangkan teman saya sudah duluan membeli oleh-oleh di Lucky Plaza. Destinasi ini berlokasi di kawasan Little India. Sebuah plaza atau pusat perbelanjaan atau toko besar seperti Lotte Mart. Barang-barang yang ditawarkan sangat lengkap dan branded atau bermerk. Menariknya harga yang dipatok lebih murah termasuk untuk oleh-oleh atau souvenir.

Di lokasi ini saya hunting cokelat dengan harga yang relatif lebih murah. Ada berbagai macam pilihan cokelat yang dijual. Asyiknya ternyata tempat ini buka selama 24 jam sehingga kapan pun berbelanja tak masalah dengan waktu.

Untuk bisa sampai ke Mustafa Centre bisa dengan MRT lalu turun di stasiun Little India atau sebenarnya bisa lebih dekat jika turun di stasiun Ferrer Park.

Sentosa Island

Setelah check-out hostel, kami teruskan perjalanan ke arah VivoCity Mall agar bisa mengunjungi destinasi wajib Sentosa Island.

Sengaja kami memilih destinasi ini menjadi tempat terakhir untuk dikunjungi. Alasannya cukup sederhana, karena Sentosa berdekatan dengan Harbourfront pelabuhan internasional Singapura. Sehingga waktu yang kami gunakan lebih efisien dan berguna.

Sebelum kami menuju Sentosa kami sempatkan untuk istirahat dan makan di Food Republic yang berada di mal VivoCity. Food Republic sendiri merupakan lokasi makan dengan berbagai macam pilihan atau semacam food court.

Setelah puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Sentosa Island yang merupakan sebuah pulau kecil dengan resort yang terintegrasi dengan pulau utama Singapura. Pulau ini juga merupakan sebuah bekas benteng militer Inggris saat perang dunia II dulu.

backpacker ke singapura
Mejeng dulu

Di pulau ini juga terkenal dengan pantai tropisnya, hotel atau resort mewah ditambah berbagai atraksi tau wahana menarik yang tak mungkin dilewatkan. Sedangkan tujuan saya dan teman hanya untuk melihat patung Merlion lainnya yang lebih besar (raksasa) dan juga berfoto di depan bola Universal Studio.

Untuk bisa ke pulau ini saya menggunakan monorail karena lebih murah.

Henderson Wave Bridge

backpacker ke singapura
Jembatan unik

Sebentar saja bermain di pulau Sentosa karena mau apa-apa mahal buat backpacker, saya kembali menuju Harbourfront/ VivoCity Mall. Karena waktu masih banyak hingga malam nanti saya kemudian mencoba mencari cara untuk melakukan perjalanan singkat ke Henderson Waves Bridge. Jembatan ini hadir dengan arsitektur yang unik layaknya gelombang elektormagnetik dan menghubungkan 2 bukit yaitu Telok Blangah Hill Park dan Mount Faber Park yang lokasinya berada di sebelah kiri dan kanan Henderson Road.

Jembatan ini juga menjadi jembatan penyeberangan tertinggi di Singapore dengan tinggi 36 meter di atas jalan raya. Walaupun memang banyak yang mengatakan jika ingin ke lokasi ini lebih bagus pada malam hari. Tentunya untuk naik ke atas jembatan ini juga perlu usaha, mendaki dan sesak napas hahaha.

Cara untuk ke Henderson Waves Bridge:
Untuk bisa ke lokasi ini kita harus menuju stasiun HarbourFront di VivoCity Mall. Dari stasiun terbut kemudian keluar via pintu Exit C mal dan kemudian terus jalan ke lokasi pemberhentian bus yang berada di luar gedung. Di halte tersebut terus melanjutkan perjalan dengan naik bus nomer 131 atau 145. Sejak berangkat, bus akan berjalan melewati beberapa halte dan setelah berbelok masuk ke Henderson Road, turun di halte kedua, ingat ya gan yang kedua loh. Sebelum sampai kita juga sudah bisa melihat jembatan tersebut dari jauh.

Well, itulah beberapa destinasi yang sudah saya singgahi hingga akhirnya pada malam harinya saya kembali ke Indonesia melalui Batam. Pengalaman ini tentunya sangat menarik buat saya dan teman saya, dan tentunya ada niat ingin mengulangi kembali untuk backpacker ke Singapura.

Total pengeluaran selama melakukan perjalanan :

  • Biaya tiket PP PKU – BATAM : IDR 400.000/ Orang.
  • Biaya tiket PP Penyebrangan dari BATAM ke SG : IDR 250.000/ Orang.
  • Biaya Hostel Coziee Lodge : IDR 350.000 (2 Malam/ Orang)
  • Baiaya EZlink card : IDR 145.000 (S$15)/ Orang
  • Topup Ezlink : IDR 96.000
  • Promo Kartu Halo Singapore : Rp. 100.000/ Orang
  • Akomodasi makan minum juga oleh oleh : IDR 600.000/ orang.
    Total : IDR 1.941.000.

Biaya yang di jumlah sesuai harga nilau tukar SGD saat itu (Rp. 9600). Tentunya biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah tergantung dengan gaya backpacker yang cocok buat teman-teman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *