Siapa bilang menginap di pusat kota Singapura, khususnya dekat Merlion, harus mahal?
Dalam perjalanan saya ke Singapura baru-baru ini, saya menemukan satu tempat menginap yang menurut saya adalah permata tersembunyi buat para backpacker yang ingin hemat tapi tetap nyaman. Namanya 7 Wonders Hostel @ Boat Quay.
Ada tiga alasan utama kenapa saya memilih hostel ini:
- Lokasinya strategis banget.
- Harganya nggak masuk akal (sangat murah!).
- Toiletnya ada Bidet (semprotan air)! Jujur, sebagai orang Indonesia, ini fitur paling krusial yang sering susah dicari di Singapura.
Berikut review jujur pengalaman saya menginap di sana selama 2 malam.
Harga: Murah Kebangetan (Pas Musim Konser!)

Kita langsung bahas soal harga, karena ini yang paling bikin saya kaget.
Saya menginap di sini selama 2 malam dengan total biaya Rp 780.000. Artinya, cuma sekitar Rp 390.000 per malam!
Yang spesial, harga segitu saya dapatkan saat Singapura sedang ramai karena ada konser besar. Biasanya, saat ada event musik internasional, harga hostel di Singapura bisa melonjak 2-3 kali lipat. Oh iya, selain di lokasi ini ada 2 lokasi lainnya, yaitu di Jalan Besar dan Upper Dickson.
Tips Penting:
- Book Jauh Hari: Saya memesan hostel ini jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Kalau saya pesan mendadak, pasti harganya sudah berbeda.
- Cek Event: Selalu cek kalender event di Singapura. Kalau sedang sepi (low season), harganya mungkin bisa jauh lebih murah dari yang saya dapatkan.
Lokasi: Juara Dunia
Hostel ini terletak persis di area Boat Quay, di tepi Singapore River yang ikonik.
- Ke Merlion Park: Cuma jalan kaki santai 5-10 menit.
- Transportasi: Dekat banget dengan MRT Raffles Place dan MRT Clarke Quay.
Urusan Perut & Jajan
Jangan khawatir soal makanan atau kebutuhan mendadak. Di sekitar hostel ada 7-Eleven dan minimarket lain, jadi aman kalau butuh jajan atau beli air minum tengah malam.
Di Review 7 Wonders Hostel Boat Quay ini, saya jujur juga suka banget sistem penitipan barangnya. Kita bisa menitipkan tas di resepsionis sebelum check-in atau setelah check-out. Jadi kita bisa jalan-jalan santai keliling kota tanpa ribet membawa koper.
Pengalaman Late Check-in & Layanan Staf
Saat saya membuat Review 7 Wonders Hostel Boat Quay ini, saya sedikit tersenyum kalau ingat drama. Perjalanan saya menuju hostel ini penuh drama karena pesawat saya dari Labuan Bajo mengalami penundaan (delay). Akibatnya, saya baru tiba di hostel tengah malam, jauh melewati jam operasional resepsionis yang tutup pukul 21.00.
Untungnya, komunikasi dengan pihak hostel sangat lancar. Melalui fitur chat di aplikasi Agoda, saya mengabarkan keterlambatan saya. Staf hostel sangat responsif dan memberikan panduan lengkap untuk self check-in (masuk mandiri).
Mereka mengirimkan:
- Kode akses pintu utama hostel.
- Kode akses pintu kamar.
- Nomor kamar dan nomor tempat tidur saya.
Semuanya sangat jelas, sehingga walaupun saya sampai tengah malam tanpa bertemu resepsionis, saya bisa langsung masuk dan istirahat dengan tenang.
Barulah keesokan paginya saat sarapan, saya bertemu dengan staf resepsionis bernama Mas Faiz. Orangnya sangat ramah dan nilai plusnya: Dia bisa Bahasa Melayu/Indonesia! Buat teman-teman yang mungkin belum percaya diri berbahasa Inggris, komunikasi langsung dengan staf di sini akan terasa sangat membantu.
Review 7 Wonders Hostel Boat Quay: Kamar (Tipe: Colosseum)

Sesuai namanya, kamar-kamar di sini dinamai berdasarkan keajaiban dunia atau tempat bersejarah. Kebetulan saya dapat kamar bernama “Colosseum” di Lantai 4.
- Jenis Kasur: Model tingkat (bunk bed), tapi didesain ala kapsul modern dengan tirai/gorden tebal. Begitu tirai ditutup, privasi sangat terjaga.
- Fasilitas Bed: Ada lampu baca pribadi dan colokan listrik universal. Aman buat mengisi daya HP semalaman.
- Penyimpanan: Di bawah kasur ada loker besar buat tas/koper. Catatan: Siapkan gembok sendiri ya!
- Kenyamanan Tidur: AC-nya dingin (juara!) dan kasurnya empuk. Meski di luar area Boat Quay itu banyak bar dan klub malam, ternyata di kamar lantai 4 ini suaranya tidak terlalu terdengar. Saya tidur nyenyak tanpa gangguan (mungkin karena sudah kecapekan jalan-jalan juga, haha).
Fasilitas: Bidet & Sarapan Gratis!
Ini bagian favorit saya di Review 7 Wonders Hostel Boat Quay, selain harga.
- Kamar Mandi: Bersih, ada shower, air panas stabil, disediakan sabun & sampo, dan yang paling penting: ADA BIDET! Hairdryer juga tersedia dan berfungsi baik. Toilet ada di setiap lantai, jadi jarang antre.
- Sarapan: Gratis! Menunya sederhana khas hostel: Roti tawar (bisa bakar sendiri), selai, dan air minum/kopi/teh sepuasnya. Cukup banget buat ganjal perut sebelum cari makan siang.
- Wi-Fi: Koneksinya kencang dan stabil.
Kekurangan (Perlu Dipertimbangkan)
Biar review ini berimbang, ada satu hal yang “menantang”: Tangga.
Hostel ini adalah ruko tua yang tinggi dan tidak ada lift. Karena kamar saya (Colosseum) ada di Lantai 4, naik turun tangga lumayan “menguras tenaga”, apalagi kalau bawa koper besar. Anggap saja sekalian olahraga!
Ibadah & Makanan Halal
Suasana di sini terasa ramah Muslim (Muslim-friendly). Nama-nama kamarnya unik (bahkan ada tipe kamar lain yang bernama “Al-Aqsa”).
- Sholat: Bisa dilakukan di dalam “kapsul” kasur (karena bersih) atau di lorong kamar kalau sedang sepi.
- Masjid Terdekat: Dekat sekali dengan masjid unik di bawah tanah, Masjid Maulana Mohd Ali.
Kesimpulan & Update Ketersediaan
Dengan pengalaman saya, 7 Wonders Hostel Boat Quay ini SANGAT WORTH IT dari segi harga dan fasilitas. Oh iya.. seperti biasa.. saat saya ke sana saya malah lupa foto, cuma ada 1-2 foto saja.
PENTING (Update Terkini): Saat saya mencoba mengecek kembali di berbagai aplikasi travel (Agoda, Traveloka, Tiket.com) untuk menulis artikel ini, saya melihat tidak ada tanggal yang tersedia atau slot kamar terlihat penuh untuk beberapa waktu ke depan.
Saya belum mendapat informasi resmi apakah hostel ini sedang full booked panjang, sedang renovasi, atau memang tutup sementara. Mengingat di Google Maps juga sempat muncul status simpang siur, saya sarankan teman-teman untuk mengecek secara berkala melalui link di bawah ini. Siapa tahu slotnya kembali dibuka saat kalian hendak berangkat.
