“Emang bisa tidur nyenyak di atas kapal? Nggak mabuk laut? Terus mandinya gimana, air asin atau air tawar?”
Pastinya itu adalah rentetan pertanyaan yang berkecamuk di kepala saya sebelum pada akhirnya nekat memesan slot Open Trip Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam (3D2N) pada May tahun lalu.
Jujur saja, sebagai solo traveler yang terbiasa tidur di kasur hotel yang diam, konsep Live on Board (LOB) atau tinggal di atas kapal selama berhari-hari terdengar sangat menantang.
Apalagi dengan budget saya yang terbatas karena menerapkan prinsip “Smart Traveling”, saya memilih kapal kelas Standard Phinisi, bukan kapal Luxury yang harganya puluhan juta (ga sanggup saya).
Pilihan saya akhirnya jatuh pada kapal King Cirox 02. Apakah fasilitasnya menyedihkan sesuai harganya? Atau justru di luar ekspektasi?
Di artikel ini, saya akan coba membedah secara jujur pengalaman saya naik kapal Phinisi ini. Kita bahas tuntas mulai dari kondisi kamar “Jackpot” saya, makanan, hingga hal-hal seru di atas kapal.
Drama Mencari Agen: Instagram vs Realita

Dalam Review King Cirox 02 ini, Langkah pertama yang paling bikin pusing adalah memilih agen travel.
Coba saja teman-teman ketik “Open Trip Labuan Bajo” di Instagram, pasti ribuan akun muncul. Harganya bersaing dan fotonya bagus-bagus. Tapi sebagai orang yang kritis, saya selalu punya trust issue atau masalah kepercayaan. “Ini beneran berangkat nggak? Jangan-jangan penipuan?” seperti seorang teman yang tadinya pingin ikut tetapi batal.
Setelah riset sana-sini, pilihan saya jatuh pada akun Instagram @KomodoSpecialist.
Kenapa mereka?
- Responsif: Adminnya cepat balas WA. Ini penting banget buat saya yang butuh kepastian (sama kaya perasaan).
- Transparan: Mereka menjelaskan detail kapal dan itinerary tanpa ditutup-tutupi.
- Grup Besar: Ternyata mereka masih satu grup manajemen dengan Arahpesonatrip, pemain lama di wisata Bajo. Jadi faktor kepercayaannya naik.
- Dapat bonus Kaos kwkwkwk dan potongan harga.
Proses pemesanannya simpel dan administrasinya sangat mulus.
Fakta Unik: Satu Kapal, Beda Agen (Sistem Konsorsium)
Pada akhirnya, hari H pun tiba. Di sinilah saya menemukan fakta menarik. Tadinya saya pikir, semua orang di kapal ini mendaftar lewat agen yang sama seperti saya. Ternyata salah besar!
Di dalam kapal King Cirox 02, kami para tamu berasal dari agen travel yang berbeda-beda. Ada yang daftar lewat agen A, agen B, dan saya lewat KomodoSpecialist. Semuanya dikumpulkan jadi satu grup.
Inilah yang disebut sistem Konsorsium atau Sharing Trip.
Apakah ini buruk? Justru tidak! Karena sistem ini, komposisi pesertanya jadi beragam. Ada turis lokal Indonesia, ada juga turis internasional (bule). Jadi selain jalan-jalan, kita otomatis menambah teman baru dari berbagai negara.
Review King Cirox 02: Bedah Fasilitas
Mari kita bedah “rumah” saya selama 3 hari di laut. Menurut saya kapal King Cirox 2 ini masuk dalam kategori Superior/Standard Phinisi. Berikut detail fasilitasnya:
1. Kamar Tidur (The Solo Traveler’s Luck!)

Saya memesan tipe Sharing Cabin yang seharusnya diisi 4 orang dengan kamar mandi luar. Ekspektasi awal saya sudah siap mental bakal sempit-sempitan bareng 3 orang asing cowok lainnya. Belum lagi saya benar-benar takut karena saya tidurnya “ngorok”.
Realita: Saya dapat “Jackpot”!
Ternyata, komposisi tamu saat itu kebanyakan pasangan (couple) yang mengambil kamar privat, dan ada 3 wanita solo traveler di kamar lain. Karena saya satu-satunya cowok solo traveler tersisa, kru kapal menempatkan saya di kamar isi 4 orang itu SENDIRIAN.
Rasanya? Merdeka banget!
- AC: Dingin dan berfungsi baik. Biasanya nyala sore sampai pagi. (karena pada pagi hari kami lebih banyak aktivitas)
- Kasur: Kasur tingkat (bunk bed) empuk, seprai bersih, wangi laundry.
- Privasi: Saya bisa bongkar tas leluasa dan tidur gaya bebas.
(Catatan: Ini murni keberuntungan ya. Kalau kondisi high season, teman-teman harus siap berbagi kamar).
2. Kamar Mandi (Sharing Bathroom)
Kamar mandi tipe sharing ada di luar.
- Kondisi: Bersih, dinding dilapisi material layak.
- Toilet: Toilet duduk dan ada flush. Bukan toilet jongkok.
- Air: Air tawar, bukan air laut (kecuali untuk flush). Debit air lumayan buat bilas badan. Tidak ada antrean jadi tidak rebutan.
3. Makanan (Full Board Meals)

Salah satu ketakutan saya adalah kelaparan (maklum saat itu belum memikirkan diet). Ternyata salah total. Jujur saja dalam review King Cirox 02 ini saya ga akan bohong, yang mana selama 3 hari, kita dikasih makan pagi, siang, malam, plus snack sore.
- Menu: Masakan rumahan Indonesia yang cocok di lidah. Ikan bakar segar, ayam goreng, sayur sop, tumis kangkung, tempe orek, sambal mantap.
- Fresh: Koki masak langsung di kapal. Nasi dan lauk selalu hangat.
- Minum: Air mineral, teh, kopi, gula tersedia sepuasnya 24 jam.
4. Area Bersantai (Sundeck)
Di dek atas, ada area santai semi-outdoor dengan bean bag warna-warni. Ini spot favorit saya. Duduk santai, ngopi, ngobrol sama teman bule (meski terbata bata, sambil lihat ribuan kelelawar di Pulau Kalong saat matahari terbenam. Suasananya mahal!
Sekilas Itinerary: Ngapain Aja 3 Hari?
Kapal benar-benar cuma dipakai buat tidur dan jalan. Sisanya? Petualangan!
- Trekking Padar Island: Naik ratusan anak tangga subuh-subuh. Capek terbayar lunas pas lihat pemandangan ikonik tiga teluk itu.
- Pink Beach: Pasirnya beneran pink, airnya jernih banget.
- Komodo Island: Trekking santai ditemani Ranger. Deg-degan lihat Komodo liar jarak dekat.
- Manta Point: Lompat ke laut cari Manta Ray. Seru banget!
- Dan lainnya yang bisa teman-teman baca pada artikel Itinerary Labuan Bajo 4D3N Murah: Rute Hack via KL & SG (Cuma 5 Jutaan!)
Suka Duka Tinggal di Kapal

Kelebihan (Pros):
- Efisien: Bangun tidur langsung lihat laut. Hemat waktu perjalanan.
- Networking: Punya teman baru dari Jerman, Belanda, dan Jakarta.
- Digital Detox: Sinyal hilang timbul (kecuali Telkomsel), memaksa kita menikmati momen.
- Makan kenyang: karena kebetulan bule ga makan banyak, jadi saya bisa makan banyak hahahah.
Kekurangan (Cons):
- Goyangan Kapal: Kalau ombak tinggi, kapal pasti goyang. Sempat pusing dikit, untungnya mental lebih kuat.
- Suara Mesin: Saat kapal berlayar malam, suara mesin diesel cukup terdengar (ngorok saya lebih besar suaranya). Bawa earplug kalau sensitif suara.
Kesimpulan: Worth It Nggak?
Okey ini kesimpulan dari review King Cirox 02. Dengan harga paket kisaran 2,5 – 3 jutaan (di luar tiket pesawat), pengalaman naik kapal bersama KomodoSpecialist ini SANGAT WORTH IT.
Fasilitas manusiawi, makanan enak, kru ramah, dan agen amanah. Buat kamu yang solo traveler cowok, jangan takut ikut Open Trip. Siapa tahu seberuntung saya!
Info Trip Saya:
- Nama Kapal: King Cirox 02 (Phinisi Standard)
- Agen Travel: Komodo Specialist (Grup Arahpesonatrip)
- Tipe Trip: Open Trip 3D2N
Siap berlayar ke Labuan Bajo? Kalau ada pertanyaan soal teknis kapal atau agen, tulis di komentar ya!
Selamat berlibur!
