Assalamualaikum, Halo teman-teman semua! Apa kabar? Saya harap teman-teman sedang dalam kondisi yang luar biasa dan penuh energi hari ini. Mungkin ada yang sedang bersiap-siap untuk liburan akhir tahun, atau justru sedang sibuk-sibuknya mengejar target laporan pekerjaan sebelum ganti kalender seperti saya saat ini.
Bagi teman-teman yang sudah sering mampir ke blog saya di escapeswithandrew.com, pasti-nya tahu kalau hidup saya selalu bergerak di antara dua dunia. Satu sisi adalah jiwa petualang yang hobi berbagi cerita perjalanan, dan sisi lainnya adalah tanggung jawab profesional yang menuntut ketelitian tinggi. Alhamdulillah, sejak Agustus 2025 lalu, perjalanan karier saya memasuki babak baru yang sangat menantang. Saya dipercaya mengemban amanah sebagai QA/QC (Quality Assurance & Quality Control) Engineer di sektor Migas.
Saya yakin kebanyakan orang mengira kerja di industri migas itu cuma soal aktivitas di lapangan atau panas-panasan di lokasi Rig. Padahal, ada sisi pekerjaan yang nggak kalah penting dan justru butuh konsentrasi tingkat tinggi. Saya sering menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk membedah data inspeksi dan memastikan laporan sudah sejalan dengan standar kontrak yang ada.
Tugas yang sekarang sangat spesifik, yaitu memastikan bahwa semua Rig & Services yang beroperasi di lapangan benar-benar berjalan sesuai dengan standar kualitas dan spesifikasi kontrak yang telah disepakati bersama. Intinya, data dan dokumen nggak boleh dibuat asal jadi. Dalam industri minyak dan gas, ketelitian tingkat tinggi adalah harga mati. Salah membaca satu poin dalam kontrak teknis atau melewatkan detail kecil dalam inspeksi bisa berdampak fatal bagi operasional dan keselamatan. Mulai dari proses approval yang macet sampai risiko terjadinya dispute. Dalam keseharian, saya banyak berurusan dengan Excel untuk validasi data, Power BI untuk melihat tren kepatuhan, dan SharePoint buat kolaborasi dokumen.
Memang, kalau untuk urusan mobile atau pas lagi site visit, laptop ASUS sudah jadi daily driver andalan saya. Tapi, saat harus fokus kerja di rumah, saya butuh satu workstation utama yang lebih lega, stabil, dan bisa diandalkan. Belum lagi tanggung jawab baru sebagai QA/QC Engineer ini membawa tumpukan dokumen audit dan kontrak teknis yang sangat rumit. Saat kembali ke rumah, layar laptop 14 inci terasa mulai sempit untuk membedah data yang masif.
Di dunia QA/QC, data yang salah itu bukan cuma sekadar salah tulis angka. Efeknya bisa serius karena bisa memengaruhi keputusan teknis di lapangan dan berdampak langsung ke operasional. Itu sebabnya, perangkat kerja yang saya gunakan harus bisa mendukung fokus dan akurasi saya. Saya butuh komputer yang nggak cuma kelihatan kencang di awal saja, tapi yang benar-benar stabil saat harus diajak kerja keras selama berjam-jam tanpa kendala.
Oleh karena itu, saya sadar bahwa saya butuh sebuah pusat kendali atau bahasa kerennya Command Center yang lebih luas, stabil, dan nyaman untuk bekerja di meja. Melalui riset mendalam di berbagai portal atau media teknologi, mata saya tertuju pada satu perangkat yang seolah diciptakan untuk menjawab kebutuhan ini dan saya akan berikan penjelasan mengapa ASUS V400 AiO Series, All in One PC terbaik untuk Anda.

Membaca Data Global: Kenapa Meja Kerja Minimalis Jadi Tren di 2025?
Sebagai seorang yang ngakunya Engineer, saya terbiasa melihat data untuk memahami ke mana arah teknologi bergerak. Ternyata, keinginan saya untuk memiliki meja kerja yang rapi dan estetik bukan sekadar gaya hidup, tapi sudah jadi kebutuhan fungsional global di tahun 2025 ini.
Berdasarkan data terbaru dari IDC (International Data Corporation), pasar PC global di tahun 2025 diprediksi tumbuh sekitar 4,1 persen dibandingkan tahun lalu. Kebutuhan profesional akan perangkat yang lebih pintar untuk mendukung gaya kerja yang lebih fleksibel menjadi penggerak utamanya. Riset dari Mordor Intelligence juga mengestimasikan pasar PC akan terus tumbuh hingga mencapai nilai USD 315,42 miliar pada tahun 2029. Di Indonesia sendiri, minat terhadap perangkat All-in-One (AiO) PC meningkat pesat karena alasan efisiensi ruang tanpa mengorbankan kekuatan mesin.
Market Insight: PC Evolution 2025
Data Riset Global vs Inovasi ASUS V400 Series
Pertumbuhan rata-rata (CAGR) diperkirakan sebesar 5.94% hingga 2029.
Laporan dari GWI (Global Web Index) menunjukkan bahwa motivasi utama orang masa kini dalam menata ruang kerja adalah mencari minimalisme fungsional. Meja yang bersih dari kabel yang berantakan terbukti bisa meningkatkan fokus secara signifikan. Bagi saya yang setiap hari harus berkutat dengan pasal-pasal kontrak Rig yang kaku, meja kerja yang rapi adalah kemewahan tersendiri yang membantu saya tetap jernih dalam berpikir. Inilah alasan kenapa ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja menjadi sangat relevan bagi saya.
Selain itu gaya kerja hybrid sekarang bikin rumah nggak cuma jadi tempat buat melepas lelah saja, tapi juga sudah jadi kantor kedua. Microsoft lewat laporan Work Trend Index pun sempat menjelaskan kalau banyak profesional saat ini memang makin butuh setup kerja yang lebih permanen agar tetap nyaman selama di rumah.
Sebagai orang yang berkutat di bidang QA/QC, saya merasa nggak semua tugas itu ideal kalau cuma dikerjakan di perangkat yang selalu dibawa-bawa. Ada fase kerja yang mengharuskan saya melototin layar lega dengan posisi duduk yang ergonomis, apalagi kalau performa mesinnya harus tetap stabil dalam waktu lama. Di titik inilah, punya workstation tetap seperti All-in-One PC jadi pilihan yang sangat logis buat saya
Konsistensi Kerja dan Dampaknya pada Kualitas Keputusan
Di ruang lingkup pekerjaan saya saat ini, sebuah keputusan itu jarang sekali diambil secara instan. Biasanya, keputusan lahir dari proses panjang mulai dari membaca data, membandingkan berbagai dokumen, sampai meninjau ulang laporan yang sudah ada. Proses ini sifatnya sering kali berulang dan butuh konsistensi tinggi. Kalau perangkat kerja kita tidak mendukung, konsentrasi jadi gampang pecah dan risiko terjadinya kesalahan justru makin meningkat.
Sebagai QA/QC Engineer, saya sudah terbiasa berhadapan dengan data yang tidak bisa cuma dibaca sekali saja. Ada kalanya sebuah laporan harus saya buka kembali setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari kemudian untuk memastikan semuanya tetap sesuai dengan standar kontrak. Dalam kondisi seperti ini, punya workstation yang stabil dan nyaman sudah jadi bagian inti dari alur kerja saya, bukan lagi sekadar alat pendukung saja.
Perangkat kerja yang konsisten benar-benar membantu saya menjaga ritme kerja tetap tenang. Tidak ada lagi gangguan karena performa yang tiba-tiba menurun, tidak ada rasa khawatir aplikasi akan tertutup sendiri, dan tidak ada tekanan tambahan karena perangkat terasa kewalahan. Dengan begitu, fokus saya bisa sepenuhnya diarahkan pada kualitas data dan ketepatan hasil analisis.
Beda Pendekatan antara Perangkat Mobile dan Workstation Tetap

Perangkat mobile seperti laptop memang jadi andalan saat mobilitas saya sedang tinggi, terutama untuk urusan lapangan dan koordinasi di luar kantor. Namun, ada perbedaan pendekatan yang cukup terasa saat saya menggunakan workstation tetap di rumah. Punya workstation atau command center permanen memberikan saya ruang untuk bekerja dengan jauh lebih terstruktur.
Di workstation tetap, saya bisa mengatur posisi kerja agar lebih ergonomis. Layar berada pada ketinggian yang pas dengan mata, jarak pandang jadi lebih ideal, dan area kerja pun terasa jauh lebih rapi. Hal ini sangat berpengaruh saat saya harus bekerja dalam durasi panjang, terutama ketika meninjau dokumen teknis yang butuh ketelitian tinggi.
Merujuk pada panduan dari Mayo Clinic, posisi monitor yang tepat, yaitu sejajar dengan mata dan berjarak sepanjang lengan, sangat membantu mengurangi risiko ketegangan leher dan bahu. Makanya menurut saya, All-in-One PC seperti ASUS V400 AiO Series dirancang untuk memberikan kenyamanan ini melalui desain layar lebar yang memudahkan mata memproses data tanpa perlu banyak membungkuk.
Bagi saya yang berkutat di bidang QA/QC, perbedaan ini makin nyata. Membaca tabel Excel dengan banyak kolom atau meninjau dashboard Power BI itu butuh fokus visual yang stabil. Layar yang lebih besar dan posisi kerja yang konsisten sangat membantu mengurangi kelelahan mata, sekaligus memastikan ketelitian saya tetap berada di level maksimal.
Teman-teman juga perlu tahu bahwa meja kerja yang berantakan bukan cuma masalah estetika, tapi juga masalah produktivitas otak. Berdasarkan artikel yang diulas oleh The New York Times mengenai pengaruh tumpukan barang terhadap stres, lingkungan fisik yang berantakan dapat menghabiskan sumber daya kognitif kita. Hal ini mengurangi kemampuan untuk fokus dan memproses informasi secara efisien karena otak dipaksa memproses rangsangan visual yang tidak perlu secara terus menerus.
Sebagai QA/QC Engineer, beralih ke All in One PC adalah opsi yang paling memungkinkan untuk mendapatkan desktop ringkas yang sudah tergabung dalam satu layar saja. ASUS menghadirkan ASUS V400 AiO Series aka ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) yang menggabungkan teknologi mutakhir dengan estetika minimalis untuk menunjang produktivitas pekerja, keluarga modern, maupun pengusaha.
Desain Estetik yang Menenangkan Jiwa Quality Control

Dalam industri Migas, ketidakteraturan sekecil apa pun adalah musuh utama keamanan dan kualitas. Prinsip ‘tanpa kesalahan‘ ini jugalah yang saya terapkan saat menata meja kerja di rumah. ASUS V400 AiO Series tampil sangat ramping dengan ketebalan bodi hanya 36,5 mm dan tinggi bezel 15,6 mm. Chasis baru ini bahkan 25 persen lebih tipis dibanding generasi sebelumnya.

Gampangnya begini teman-teman, kalau PC desktop konvensional itu ibarat sebuah gudang tua yang penuh kabel dan pipa yang berseliweran, ASUS V400 AiO Series ini ibarat sistem kontrol modern yang semuanya sudah terintegrasi secara rapi dalam satu monitor. Bezel layarnya pun 38 persen lebih kecil, memberikan tampilan NanoEdge yang sangat elegan. Warnanya yang putih benar-benar mampu mengubah suasana meja kerja menjadi lebih luas. Tidak salah jika perangkat ini benar-benar mewakili dan layak dikasi jempol, ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!
Menyesuaikan Spesifikasi dengan Kebutuhan Nyata

Saat bicara soal spesifikasi PC, saya lebih suka melihatnya dari kacamata kebutuhan nyata daripada sekadar deretan angka di atas kertas. Bagi saya, prosesor, RAM, penyimpanan, sampai kualitas layar itu adalah satu kesatuan yang harus sinkron untuk mendukung ritme kerja harian saya.
Dalam pekerjaaan saya, spesifikasi yang seimbang sebenarnya jauh lebih krusial daripada spesifikasi yang berlebihan tapi tidak fungsional. Perangkat yang sanggup menjalankan aplikasi kerja dengan stabil, punya layar yang jernih untuk menampilkan data, dan tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang sudah memenuhi syarat utama bagi saya. Pendekatan logis inilah yang membuat ulasan saya terhadap ASUS All-in-One V400 Series jadi terasa relevan. Ini bukan sekadar pujian tanpa alasan, melainkan sebuah workstation yang secara teknis memang selaras dengan kebutuhan profesional yang berbasis data dan kepatuhan.
Layar Luas: Lensa Ketelitian Saya dalam Membedah Detail Kontrak Rig

Salah satu tugas terberat saya adalah memastikan bahwa setiap layanan atau services Rig yang diberikan oleh pihak ketiga di lapangan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak. Jujur saja, membaca ratusan halaman dokumen teknis di layar laptop yang kecil sering kali membuat mata saya cepat lelah.
ASUS AiO V400 ini hadir dengan dua pilihan model, yaitu V440 dengan ukuran layar 24 inci dan V470 dengan ukuran layar 27 inci. Untuk kebutuhan audit kontrak yang super detail, layar 27 inci pada seri V470 adalah ruang kerja paling lega supaya mata saya tidak perlu lagi ‘bertempur’ melawan teks yang kecil-kecil. Layar Full HD nya juga menawarkan sudut pandang 178 derajat dan cakupan warna 100 persen sRGB, sehingga setiap teks terlihat sangat tajam. Perumpamaannya, kalau membaca kontrak di layar biasa itu seperti melihat peta lewat lubang kunci, maka di layar ASUS V400 AiO Series ini seperti teman-teman membentangkan peta raksasa di atas meja.
Bagi saya sebagai travel blogger, layar ini juga akan sangat membantu saat menyunting foto hasil perjalanan melalui teknologi ASUS Splendid untuk warna yang hidup. Selain itu, adanya sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata membuat saya yakin bisa tetap bekerja meninjau laporan harian tanpa harus merasakan mata perih (kelelahan) akibat cahaya biru. Konfigurasi layar seperti ini relevan untuk pekerjaan QA/QC yang menuntut ketelitian dan konsentrasi dalam durasi lama dan menjaga fokus saat membaca data secara berulang.
Dengan desain NanoEdge yang memiliki bezel tipis membuat area kerja visual terasa lebih lega, sehingga fokus mata langsung tertuju pada konten, bukan pada batas layar. Selain itu bagi saya warna di layar bisa diibaratkan seperti kode rambu di area kerja. Jika warnanya tidak jelas atau terlalu bias, pesan yang ingin disampaikan bisa keliru. Dengan cakupan warna 100% sRGB, layar PC AiO ini secara logis mampu menampilkan warna yang lebih konsisten dan realistis, sehingga grafik, indikator status, dan visualisasi data di Power BI lebih mudah dibaca. Warna tidak terlihat pucat, tetapi juga tidak berlebihan.
Fitur penyesuaian warna yang disediakan membantu menjaga tampilan tetap natural, sementara mode Vivid dapat dimanfaatkan secara selektif saat perlu menonjolkan visual untuk presentasi atau ringkasan data. Dalam konteks QA/QC, akurasi warna seperti ini bukan soal estetika, melainkan membantu memastikan informasi visual dipahami dengan tepat dan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru.
Performa Gahar untuk Kerja Serba Cepat di Sektor Migas

Jangan sampai teman-teman terkecoh dengan tampilannya yang cantik, karena berdasarkan riset spesifikasi, di dalamnya tertanam tenaga yang luar biasa besar. ASUS V400 AiO Series ditenagai hingga prosesor Intel® Core™ i7-13620H.
The Productivity Bridge: Fitur vs. Manfaat Nyata
Bagaimana keunggulan teknis ASUS V400 AiO Series menjawab tantangan harian saya sebagai QA/QC Engineer & Travel Blogger.
Untuk teman-teman yang kurang memahami istilah teknis, biarkan saya memberi perumpamaan. Anggap saja prosesor seri H ini adalah mesin penggerak utama pada sebuah Rig yang punya tenaga ekstra kuat untuk menembus kedalaman ribuan meter. Mesin ini memiliki performa tinggi untuk menangani pekerjaan kreatif hingga multitasking harian. Ketika saya harus mengolah dashboard Power BI dengan ribuan baris data audit kontrak, PC ini seharusnya bisa menjalankannya tanpa hambatan berarti.
Dukungan memori RAM DDR5 hingga 64GB memberikan ruang kerja yang sangat luas untuk saya melakukan multitasking. Saya bisa membuka dokumen kontrak, aplikasi manajemen proyek, share point serta browser dengan puluhan tab secara bersamaan. Dalam ritme kerja QA/QC, saya hampir nggak pernah cuma buka satu aplikasi saja. Itulah kenapa kemampuan multitasking yang lancar jadi beneran penting supaya semua pekerjaan saya tetap jalan mulus tanpa ada kendala.
Ditambah lagi dengan penyimpanan SSD hingga 2TB yang memiliki kecepatan baca tulis tinggi, membuat proses membuka file besar hanya memakan waktu hitungan detik. Dukungan WiFi 6E juga memastikan koneksi nirkabel tetap cepat dan stabil untuk kebutuhan koordinasi visual secara real-time dengan tim di lapangan, tanpa perlu khawatir gangguan koneksi yang bisa menghambat pengambilan keputusan.
ASUS V440 vs V470: Complete Specs
Perbandingan Detail untuk Workstation Estetik di Rumah dan Kantor
Fitur AI Cerdas untuk Kolaborasi Profesional
Bekerja di industri Migas menuntut kolaborasi yang intens antar departemen dan pihak kontraktor. Hasil riset saya menunjukkan bahwa ASUS V400 AiO Series dibekali dengan berbagai teknologi AI untuk mendukung komunikasi yang lebih baik.
Sering kali saat saya harus melakukan rapat online koordinasi Rig dari rumah, ada suara bising di latar belakang yang mengganggu. Perangkat ini dilengkapi dengan teknologi AI Noise Cancellation yang mampu meredam kebisingan tersebut sehingga suara saya tetap terdengar jelas tanpa gangguan oleh rekan-rekan di lapangan.
Kamera berbasis AI pada PC ini juga dilengkapi fitur pintar seperti koreksi pencahayaan otomatis, pengaburan latar belakang, hingga pelacakan tatapan mata. Fitur ini memastikan saya selalu tampil profesional dalam setiap panggilan video kerja. Selain itu, audio yang dihasilkan pun sangat berkualitas karena perangkat ini dibekali speaker stereo hi-fi dengan desain bass reflex dan dukungan Dolby Atmos untuk suara yang jernih serta efek surround yang realistis.
Keamanan Data dan Privasi: Prioritas Utama Engineer
Sebagai QA/QC Engineer yang menangani kontrak sensitif perusahaan Migas, keamanan data adalah hal utama yang tidak bisa ditawar. ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) menghadirkan lapisan keamanan yang komprehensif bagi penggunanya.
Satu fitur fisik yang sangat saya hargai dari hasil riset ini adalah kamera retractable yang bisa ditutup atau ditekan masuk secara manual kapan saja. Ini memberikan ketenangan ekstra bagi saya dari risiko penyalahgunaan kamera saat sedang tidak digunakan untuk komunikasi visual. Dari sisi perlindungan digital, perangkat ini sudah dilengkapi dengan chip TPM 2.0 yang berfungsi menjaga keamanan otentikasi dan mengenkripsi data sensitif.
Dengan adanya fitur keamanan ini, risiko akses ilegal dapat diminimalisasi sehingga saya bisa lebih tenang dalam mengolah informasi penting proyek Rig. Selain itu, tersedia juga slot kunci Kensington Nano sebagai lapisan keamanan fisik tambahan untuk melindungi perangkat.
Konektivitas Lengkap dan Integrasi Ekosistem

Meskipun saya belum pernah menyentuhnya langsung, daftar port yang tersedia pada ASUS All-In-One V400 Series ini sangat mengesankan bagi seorang engineer yang nyambi jadi travel blogger. Perangkat ini dilengkapi berbagai port modern seperti HDMI in/out, USB 3.2, USB-C, serta slot SD/microSD.

Fitur HDMI in ini sangat menarik bagi saya. Fitur ini memungkinkan saya menyambungkan Vivobook lapangan saya ke ASUS V400 AiO Series, menjadikannya monitor eksternal yang besar saat saya butuh ruang kerja tambahan untuk membandingkan dua dokumen kontrak secara bersamaan. Inilah integrasi ekosistem yang luar biasa praktis untuk produktivitas harian seseorang yang ingin menjadi profesional Migas.
Kesimpulan: Kenapa Teman-teman Harus Mempertimbangkan ASUS V400 AiO Series?
ASUS V400 AiO Series yg Cocok untuk Saya
Detail Spesifikasi Teknis untuk Workstation Aesthetic & Performa Maksimal
- Intel® Core™ i5-13420H 2.1 Hz (up to 4.6 GHz, 8 cores)
- Intel® Core™ i7-13620H 2.4 Hz (up to 4.9 GHz, 10 cores)
- Intel® Graphics
- Intel® UHD Graphics
- 16GB DDR5 SO-DIMM
- Max Up to: 64GB DDR5
- Max Up to: 2TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD
- 27-inch FHD (1920×1080) IPS-level, Anti-glare, LED Backlit, 300nits, 100% sRGB, 93% Screen-to-body ratio (Non-touch / Touch screen)
- 1080p FHD with IR (Windows Hello) + Privacy Shutter
- 1080p FHD camera
- 1x Kensington lock
- 1x 3.5mm combo audio jack
- 1x USB 2.0 Type-A
- 1x DC-in, 1x RJ45 Gigabit Ethernet
- 1x HDMI out 1.4, 1x HDMI in 1.4
- 3x USB 3.2 Gen 1 Type-A
- 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C
- 120W AC Adapter (20V DC)
- BIOS/HDD Password Protection
- Kensington Security Slot™
- Privacy Shutter
- Trusted Platform Module (Firmware TPM)
Menjalani peran ganda sebagai QA/QC Engineer di sektor Migas dan seorang Travel Blogger mengajarkan saya bahwa produktivitas terbaik lahir dari harmoni antara alat yang bertenaga dan lingkungan kerja yang nyaman secara ergonomis. Memiliki meja kerja yang rapi dan estetik bukan sekadar soal gaya, melainkan cara saya menjaga kualitas hasil kerja agar selalu akurat dan presisi sesuai kontrak.
Meskipun ulasan ini saya buat berdasarkan riset mendalam melalui situs resmi dan berbagai sumber kredibel tanpa mencoba fisiknya secara langsung, ASUS V400 AiO Series telah membuktikan diri secara teori sebagai perangkat yang luar biasa. Ia adalah jawaban bagi siapa saja yang ingin menghilangkan kerumitan PC tradisional tanpa mengorbankan performa mesin. Bagi saya, ini adalah pelabuhan terakhir yang paling tepat untuk mengolah semua petualangan dan tanggung jawab profesional saya di rumah. Inilah alasan kuat kenapa ASUS V400 AiO Series, All in One PC terbaik untuk Anda yang menginginkan performa tanpa kompromi dalam balutan desain yang mempesona.
Jadi, kalau teman-teman sedang mencari cara untuk meningkatkan level produktivitas dan mempercantik ruang kerja di tahun depan, segera cek informasi lengkapnya lewat tautan resmi ini ya:
- Informasi Produk ASUS V400 AiO Series (V440/V470)
- Beli ASUS V400 Series di Tokopedia
- Beli ASUS V400 Series di Shopee
Jangan lupa, setiap pembelian ASUS V400 AiO Series dilengkapi dengan layanan ASUS 2 Years Warranty On-Site yang memberikan fleksibilitas kunjungan teknisi langsung ke lokasi. Ada juga perlindungan Accidental Damage Protection (ADP) untuk keamanan optimal perangkat teman-teman.
Mari kita sambut tahun baru dengan meja kerja yang lebih bersih, pikiran yang lebih jernih, dan ketelitian kerja yang jauh lebih tajam. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!
Catatan: Pembahasan spesifikasi dalam artikel ini didasarkan pada informasi resmi yang tersedia di laman produk ASUS. Perlu dicatat bahwa kapasitas RAM dan media penyimpanan dapat bervariasi tergantung konfigurasi dan pasar, sehingga spesifikasi maksimum yang disebutkan tidak selalu merepresentasikan unit yang tersedia di semua wilayah.
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien
