Menikmati Indahnya Pesona Air Terjun Nyarai Lubuk Alung

Pernah dengar Air Terjun Nyarai Lubuk Alung ? Air terjun dengan pesona indahnya yang mampu memberikan kesejukan pada tiap mata yang memandangnya

Sebagai penggemar trekking dan penggemar  air terjun, tentu saja petualangan di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia ini tidak terlupakan. Karena bisa dikatakan ini merupakan petualangan saya pertama kali explore ataupun trekking untuk melihat air terjun. Maklum saja, selama ini destinasi perjalanan saya tak jauh – jauh dari destinasi wisata yang memang sudah populer atau banyak dikenal masyarakat.

Menuju Air Terjun Nyarai Lubuk Alung.

Tak banyak yang tau dimana lokasi persis destinasi ini pada awalnya. Berawal dari sosial media seperti instagram pula saya dan beberapa teman dari Kaskus Regional Riau Raya mencoba untuk mengexplore lokasi air terjun yang indah ini.

Peta yang didapat dari media sosial pertama kali

Dengan penuh semangat yang membara kami berangkat dari kota domisili kami, Pekanbaru menuju desa Gamaran, Lubuk Alung yang merupakan tempat dimana titik pertama perjalanan trekking. Dari Pekanbaru untuk bisa sampai ketempat ini membutuhkan waktu 7 – 8 jam. Namun kami menginap semalam di kampung halaman Bukittinggi.

Berbekal sebuah peta yang masih kasar dan membutuhkan ketelitian tingkat tinggi kami berusaha menemukan tempat ini. Dan ini memang sulit, yang kami temukan hanya sebuah simpang PLN Lubuk Alung, dan terus masuk ke dalam. Semakin ke dalam semakin tersesatlah kami, karena memang peta yang kami dapatkan tidak begitu detail, alhasil mau tidak mau kami pun bertanya dengan warga sekitar.

Bertanya pun ternyata juga sulit, karena masih banyak warga disepanjang jalan menuju desa itu tidak mengetahui ada air terjun Nyarai. Sampai kami akhirnya harus bolak balik maju dan mundur untuk menemukan tempat ini. Dengan teknologi muka tembok kami terus bertanya hingga menemukan jawaban yang pas dan detail.

Yah.. kami cukup berbahagia karena menggunakan motor untuk bisa menemukan desa tersebut. Bayangkan kalau naik roda empat, pastinya sudah capek bolak balik. Biasanya dari simpang PLN tersebut untuk menuju posko hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit saja. Tetapi sewaktu pertama kali kesana malah hampir 45 menit.

Menikmati indahnya Lubuk Nyarai.

Akhirnya saya dan teman – teman sampai di posko air terjun nyarai setelah sebelumnya disambut spanduk “Selamat Datang”. Untuk bisa menuju destinasi indah ini, di posko saya harus membayar Rp. 20.000 /orang dan mendaftarkan nama saya sebagai salah satu tamu yang datang kesana. Uang tersebut untuk biaya parkir, keamanan, dan kebersihan, hingga pemandu wisata yang akan mengantarkan kita menuju air terjun tersebut. Mencapai destinasi tersebut membutuhkan waktu 2 – 3 jam, padahal kalau dilihat dari jarak tempuh hanya 3.5 KM.

Menyusuri aliran sungai dan hutan Gamaran

Perjalanan tidak bisa dilanjutkan dengan kendaraan, dan harus melanjutkan dengan trekking. Setiap sisi perjalanan terasa indah dengan adanya kicauan burung yang berada di hutan Gamaran. Hutan – hutan yang masih teduh dan suara aliran sungai yang terdengar indah terus mengiringi perjalanan kami. Belum lagi keseruan ketika menyebrangi sungai dengan batu – batunya yang menjebak sepanjang 50 meter. Memang untuk bisa sampai ke destinasi ini penuh perjuangan, tetapi kami tidak menyerah. Apalagi… pemandu kami adalah seorang remaja SMP (masa kalah). Seperti kata Ada Band, “Walau Badai Menghadang”.

Menyenrangi Sungai untuk menuju lokasi

Setelah melewati sungai dengan basah – basahan, kami melanjutkan perjalanan yang semakin mendekatkan kami ke tujuan. Yap.. benar saja.. dari kejauhan saya dan teman – teman mendengar riak air mengalir. Semakin mempercepat langkah kaki semakin keras saja suara air tersebut. Finally kami sampai di air terjun Nyarai.

Air terjun itu benar – benar ada ! its real.

air terjun nyarai lubuk alung
Keramaian disaat kami datang

Dengan disanding bebatuan dan warna air seperti bewarna, membuat mata saya saat itu berbinar – binar… namun itu hanya sementara.. ternyata saya terlambat. Sudah banyak para penikmat destinasi ini yang sudah duluan sampai, sehingga tempat ini menjadi ramai. Memang.. hari dimana kami menjelajahi tempat ini adalah hari libur.

Tapi ya sudahlah.. tujuan utama kita adalah untuk menemukan tempat ini dan menjelajahinya. Foto ? foto harus dapat walaupun orang sedang ramai. Yang penting bisa menikmati nyaman dan berenang di tempat ini.

Menikmati dan bermain

Wadah atau kolam untuk menampung air terjun di nyarai ini tidak begitu dalam, dan alirannya juga tidak begitu deras. Kami pun mencoba sensasi berenang dengan kesejukannya, sambil cuci mata menikmati pemandangan dan pesona destinasi indah ini. Saya dan teman – teman juga sempat melakukan loncatan ala – ala di tempat ini.

Air terjun Nyarai
Saat saya untuk kedua kali ke tempat indah ini

Oh iya, perjalanan saya ke lokasi ini sudah 2 kali dengan teman – teman yg berbeda pula. Yang pertama ramai, yang kedua tentunya tidak akan mengulangi hal yang sama. Datang lebih cepat, supaya bisa menikmati tempat ini seutuhnya.

Tips Bisa Menikmati Destinasi Ini

Untuk bisa menikmati destinasi indah ini alangkah baiknya kita mempersiapkan segala sesuatunya supaya tidak terulang seperti teman – teman saya disana :

1. Sepatu & Sandal, Which one ?
Helloww… udah tau mau trekking kan ? Gunakanlah sepatu atau sandal yang memilik gerigi pada tapaknya,  atau kalau mau keren dikit gunakan sendal gunung. Jangan menggunakan sandal branded jepang aka sandal jepit. Karena memiliki tapak yang licin sehingga rentan kepeleset plus bikin jari – jari kamu lecet. Bukan tanpa alasan cuaca di daerah ini bisa tiba – tiba panas, bisa tiba – tiba hujan. Soalnya saya ketemu teman baru, dan memiliki kendala sendal ini.

2. Menyiapkan Bekal Makan.
Ya siapkanlah bekal makanan. Jangan tiru saya, yang beranggapakan kalau ada Indomaret ataupun alfamart disana. Bawa bekal makanan secukupnya, supaya selama perjalanan kamu bisa lebih tenang dan tidak kelaparan. Tetapi kalau memang niat memancing ikan disana kamu tinggal bawa nasi tok aja.

3. Gunakan Pakaian yang pas.
Kita mau ke hutan loh kak, jangan pakai rok pliss. Ada baiknya kamu menggunakan pakaian yang sesuai dengan keadaan lokasi yang kita tuju. Boleh saja sih memakai celana jeans, tetapi tetap perlu diingat karena kita akan menyebrangi sungai. Buat yang takut panas bisa menggunakan pakaian dengan langan panjangan ataupun pake ekstension.

4. Mental Harus Oke
Untuk ke tempat ini usahakan jangan disaat galau atau dikejar hutang. Ada baiknya mempersiapkan mental dan kondisi kamu sebelum berangkat ke tempat ini. Jangan lupa mempersiapkan dengan melakukan olahraga, karena disini kita melakukan trekking, bukan pergi ke simpang dekat rumah. Dengan waktu lebih kurang 2  – 3 jam perjalanan melalui pendakian, ada penurunan, menyebrang sungai  yang jelas bisa menguras tenaga kamu.

5. Lainnya
Jangan lupa untuk membawa plastik/ mantel jika tiba – tiba kondisi cuaca yang berubah menjadi hujan. Selain berfungi sebagai penutup tubuh teman – teman dari hujan dan juga menutupi barang – barang bawaan selama kamu di tempat ini. Agar nantinya kamu tidak menyesal karena handphone yang mati karena air hujan, kamera DSLR yang rusak, atau apapun lainnya. Jangan lupa juga untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar lokasi ya.

So mudah – mudahan bermanfaat ya.

*artikel tayang pertama kali di blog saya sebelumnya a-pradana.net pada tahun 2014 lalu diperbaharui untuk escapeswithandrew.com